oleh

Edo Tewas Dibantai Tiga Orang

Harianpilar.com, Tulangbawang – Pasang suami istri Edo (34) dan Sri Rahayu (30) warga SP 8, Kampung Gedungmeneng, Kabupaten Tulangbawang menjadi korban pembacokan yang dilakukan tiga pria. Edo tewas di lokasi kejadian dengan luka bacok disekujur tubuh, sedangkan istrinya kritis dan saat ini dirawat di RSUD Menggala akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di rumah korban pada Selasa (31/5/2016) malam. Warga yang mendengar  kejadian tersebut tak berani berbuat apa-apa. Sebagian mereka melaporkan atas kejadian tersebut ke Polsek setempat. Tak lama kemudian, warga berhamburan menuju lokasi kejadian, sebagian warga mengemasi jenazah sebagian lainnya membawa korban Sri Rahayu ke RSUD Menggala.

Dengan sigap, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan saat ini sedang memburu pelaku.
“Kami telah melakukan olah TKP dan melakukan visum terhadap korban. Korban yang kritis sedang mengalami perawatan serius,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Tulangbawang AKP Efendi, Rabu (1/6/2016).

Menurut Efendi, sebelum kejadian Edo menelpon seorang warga Rawapitu berinisial Ma untuk menagih utang penjualan padi sebesar Rp50 juta. Keduanya bertengkar saat berbicara melalui handphone.

Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Efndi menjelaskan, kejadian itu bermula saat Edo menelpon warga Rawapitu berinisial Ma untuk menagih hutang hasil penjualan padi sebesar Rp50 juta. Tapi, terjadi cekcok mulut antara korban dan Ma.

“Usai menelepon. Tak lama kemudian datang tiga pria tidak dikenal ke kediaman korban di Gedungmeneng. Mereka langsung membacok pasangan suami istri dengan membabi buta sampai Edo meregang nyawa,” kata Efendi.

Efendi menambahkan pihaknya telah mengantongi nama – nama pelaku pembunuhan itu. Dan sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga masih berada di wilayah hukum polres setempat.

“Korban meninggal sudah kita bawa ke RSUD Menggala untuk dilakukan visum. Dan istri almarhum tengah mendapatkan perawatan dengan kondisi kritis akibat luka bacokan,” kata dia. (Epriwan/Mar)