Harianpilar.com, Lampung Utara – Guna mengantisipasi kelangkaan bahan pokok dan terjadinya lonjakan harga menjelang Bulan Suchi Ramadhan, Pemkab Lampung Utara (Lampura) meninjau pelaksanaan operasi pasar di Pasar Sentral dan Pasar Pagi, Kotabumi, Rabu (1/6/2016).
Tim terdiri dari Asisten II Pemkab Lampura H. Fahrizal Ismail bersama tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Dinas Kesehatan (Disekes) dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Ketahanan, Dinas Pasar dan Satpol-PP.
Asisten II H. Fahrizal Ismail mengatakan, berdasarkan intruksi Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara bersama tim meninjau kegiatan operasi di pasar Sentral dan pasar Pagi Kotabumi.
Dengan adanya operasi pasar ini, tentunya Pemkab Lampura berharap menjelang bulan Ramadhan tidak terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang mendasar seperti beras, gula, minyak dan lainnya. “Alhamdulillah setelah kita turun tidak terjadi lonjakan harga yang begitu signifikan. Kemudian arus retribusi juga sangat lancar dan tidak ada kendala,” ujar Fahrizal usai melakukan operasi pasar, Rabu (1/6/2016).
Fahrizal menyatakan karena saat ini musim panen sudah lewat, harga beras mengalami kenaikan. Untuk kwalitas sedang saja harga beras saat ini mencapai Rp9.500 per kilo gram (kg), sementara untuk kualitas bagus diatas Rp10 ribu per kg.
Untuk itu Pemkab Lampura bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) tidak akan menghambat penyaluran beras raskin. “Kita minta dari kawan-kawan kecamatan agar tidak terjadi lagi tunggakan pembayaran Raskin, apalagi kalau sudah sampai empat bulan seperti di Kecamatan Abung Timur,” kata Fahrizal.
Tak hanya itu saja, lanjut Fahrizal, pada hari pertama dan hari ke dua Ramadhan ia mengintruksikan Bagian Ekonomi untuk melakukan operasi pasar terutama beras.
Selain itu Pemkab juga bersama Bulog akan menampung beras dari para petani lokal, sehingga masyarakat bisa membeli beras dengan harga yang tidak terlalu tinggi. “Untuk membantu masyarakat pihak Bulog akan membeli beras dari petani, jika harga beras dari petani Rp 7 Ribu perkg maka pihak Bulog akan menjualnya dengan harga yang sama,” pungkasnya. (Iswant/Ria)








