Harianpilar.com, Bandarlampung – Rencana pembangunan halte yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung ditanggapi serius DPRD Kota Bandarlampung. Bahkan, DPRD mengusulkan agar Dishub membangun halte dengan ornamen Lampung dengan diberi animasi untuk memperindah Kota Tapis ini.
“Dengan menambah ornamen pada halte, menjadikan nilai lebih sekaligus membuat nyaman para pengguna angkutan umum,” ungkap Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandarlampung Muchlas E Bastari, Selasa (31/5/2016).
Dirinya juga mengusulkan, di samping ada ornamen Lampungya bila perlu diberi buku-buku, sehingga para penumpang angkutan tidak merasa jenuh.
“Sehingga fungsi halte tidak melulu persinggahan penumpang namun ada nilai tambahnya,” ujarnya.
Dan jika halte sudah jadi, sambungnya, dan dibuat permanen dengan fasilitas yang baik dan ada buku-buku bacaan, untuk pengelolaannya nanti diserahkan kepada pengusaha di sekitar halte.
“Bisa jadi nanti kalau teralisasi, yang bertangungjawab pengelolaannya pengusaha setempat. Misalnya yang di depan Mall CP dan Kartini, berikan kepada mereka untuk mengelola dan bertanggungjawab dalam pengelolaan dan pemeliharaanya,” jelas Muhclas.
Muhclas juga menambahkan, dengan halte yang bersih dan bagus, penumpang yang menunggu angkutan merasa aman dan nyaman. Tentunya, ke depan bakal menimbulkan dampak yang baik bagi pengguna angkutan.
“Kalau pada nyaman nantikan akan timbul rasa nyaman menggunakan angkutan umum, sehingga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, otomatis menurunkan angka kemacetan,” terangnya.
Tidak hanya itu, dampak positif yang ditimbulkan yakni, menarik minat wiaatawan untuk berkunjung, karena penasaran dengan halte yang kita miliki.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bandar Lampung, I Kadek Sumarta menjelaskan, pihaknya memang kedepan akan memperbaiki halte, namun hal ini perlu di koordinasikan dengan pihak ke tiga. Dan untuk saat ini pengelolaan halte dilakukan oleh CV Devis sebagai pihak ke tiga.
“Kita akan kordinasikan dengan mereka, karena kita sudah ada kontrak dengan CV Devis sebagai pihak ke tiga, nantinya mereka yang akan mengelola, sehingga perlu kita kordinasikan,” kata Kadek. (Putri/JJ)









