oleh

Lambar Raih Juara Tiga Tenaga Kesehatan Teladan

Harianpilar.com, Lampung Barat – Utusan Lampung Barat Windi Nuremiria, S.Kep, masuk nominasi ke tiga pada penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Lampung, pada kategori tenaga perawat Puskesmas.

Kadis Kesehatan Lampung Barat mengatakan, penilaian tenaga kesehatan teladan tersebut ada empat kategori yaitu kategori tenaga medis yaitu dokter dan dokter gigi. Kategori tenaga keperawatan yaitu perawat dan bidan, kategori tenaga nutrisionis atau ahli gizi, dan kategori tenaga kesehatan masyarakat (sanitarian, analis kesehatan,  epidemiologi, penyuluh kesehatan, asisten apoteker dan sebagainya).

“Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap tenaga kesehatan yang mengabdikan dirinya secara optimal di masyarakat di bidang kesehatan,” kata Akmal.

Masih kata Akmal, untuk tahun ini Kabupaten Lampung Barat mengirimkan  tiga  kriteria untuk mengikuti penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Lampung, yaitu dokter Kurniasari, dari Puskesmas Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung, Windi Nur Emiria, S.Kep,  kriteria perawat dari Puskesmas Batubrak, Misdalina, A.Md.Ak., kriteria tenaga kesehatan masyarakat dari Puskemas Kenali.

“Dengan ditetapkannya nama-nama tersebut sebagai utusan Kabupaten Lampung Barat setelah melalui tahapan penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Kabupaten Lampung Barat, dan dinyatakan terbaik serta berhak untuk mengikuti penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Lampung,” jelasnya.

Dari utusan tersebut, salah satu dari utusan Lambar berhasil masuk nominasi tiga besar yaitu Windi Nuremiria, S.Kep, sebagai tenaga perawat Puskesmas.

”Oleh karena itu, saat ini tim penilai tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Lampung akan melaksanakan penilaian lapangan di UPT Puskesmas Batubrak dalam rangka mengklarifikasi program yang telah dilakukan oleh yang bersangkutan,” terangnya.

Di Lambar sudah lama dicanangkan progran-program dalam upaya mendukung program pemerintah yaitu tentang kesehatan jiwa. “Jadi, UPT Puskesmas Batubrak ini mulai mengaktifkan program kesehatan jiwa mulai Desember 2013, melalui inovasi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan Windi Nuremiria, S.Kep bersama seluruh jajaran Puskesmas telah konsisten memberdayakan masyarakat Kecamatan Batubrak, mulai dari penderita yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan, keluarga yang untuk merawat penderita gangguan jiwa, maupun perlakuan yang tidak manusiawi terhadap penderita gangguan jiwa dan stigma buruk mengenai gangguan jiwa di masyarakat, sehingga kesehatan jiwa menjadi salah satu perhatian utama di Kecamatan Batubrak,” ujar dia. (Don/Mar)