oleh

Mahasiswa IAIN Ancam Laporkan Mukri ke KPK

Harianpilar.com, Bandarlampung – Konflik mahasiswa dengan pihak rektorat IAIN Raden Intan Lampung mulai memuncak, menyusul hingga kini pihak rektorat belum memberikan tanggapan terkait tuntutan mahasiswa. Puncaknya, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli IIAN (AMPI) di antaranya, PMII, LMND, PMKRI, KMHDI, KOMANDO, FDMS, DEMA INSTITUT DEMA FAKULTAS, SIKAM, FMN, memberikan ultimatum kepada Rektor IAIN M Mukri, jika 3 X 24 tidak bersedia melakukan mediasi, maka dugaan pungli ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami akan ke Jakarta jika 3×24 jam rektor tidak bersedia melakukan mediasi. Sambil menunggu kelengkapan data yang mau kami bawa nanti ke Jakarta untuk diserahkan ke KPK dan Kemenag,” ujar Korlap AMPI Akhmad Hadi Baladi Umma (Pupung) saat dihubungi via telepon, Sabtu (29/5/2016).

Menurut Pupung, pihaknya akan terus memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa, termasuk menggelar doa bersama di lingkungan IAIN, Jumat (27/5/2016) lalu. Doa bersama ini sekaligus memberikan seribu bunga kepada civitas kampus untuk mengenang satu bulan tragedi penangkapan ke-16 mahasiswa  secara paksa yang dilakukan pihak kepolisian serta Satpam kampus.

Meski masih menggunakan tongkat, Pupung yang menjadi korban  tindakan represifitas aparat kepolisian saat aksi AMPI, terlihat masih semangat dalam menjalan perjuangan mahasiswa.

“Kami membagikan bunga ini tidak hanya kepada mahasiswa  yang ada di sekitar wilayah Perpus saja , kami juga membagikan kepada dosen dan pegawai IAIN Raden Intan Lampung . Baik di gedung Dekanat,  akademik ataupun Rektorat . Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap IAIN dan untuk  mengetuk hati para elit IAIN agar tergugah hatinya. Kami juga kembali mengajak seluruh  mahasiswa IAIN untuk tetap sadar dan peduli atas apa yang menjadi hak serta kebutuhan mahasiswa agar terpenuhi,” tegasnya. (Ramona/Juanda)