Harianpilar.com, Mesuji – Dua dari tiga pelaku pembunuhan yang disertai dengan pelecehan seksual terhadap bocah kelas III SD YAP (9), yang ditemukan tewas tergantung di pohon Sawit , Desa Adiluhur, Kecamatan Pancajaya, Kabupaten Mesuji, Jumat (27/5/2016) lalu akhirnya berhasil ditangkap.
Kedua ‘Predator’ seks anak yang ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda tersebut yakni, KS (21) ditangkap Jumat (27/5/2016), sedangkan RD (20) ditangkap Sabtu (28/5/2016) di Daerah Sungai Sodong, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), setelah kaki kirinya dilumpuhkan dengan timah panas anggota kepolisian.
Kapolres Mesuji AKBP Purwanto Puji Sutan menjelaskan, petugas berhasil meringkus satu orang lagi pelaku begal dengan korban YSP, disertai pelecehan seksual di Mesuji.
“Pelaku yang baru ditangkap berinisial RD. Sehari sebelumnya, polisi sudah meringkus seorang pelaku berinsiial KS, tetangga korban,” jelasnya, Minggu (29/5/2016).
Dijelaskan Kapolres, selain motor korban yang hilang, hasil visum dokter menunjukkan terdapat luka lecet dan darah di dubur korban. Dan dari hasil olah kejadian perkara (TKP) jumlah pelaku diduga tiga orang. Dua di antaranya sudah berhasil ditangkap serta salah satunya terpaksa dihadiahkan timah panas.
“Dari hasil olah TKP diduga pelaku pembunuhan YAP berjumlah tiga orang. Setelah KR kita amankan, kini RD baru saja kita tangkap,” paparnya.
Menurut Purwanto, satu pelaku yang belum tertangkap masih dalam proses pengejaran petugas. Namun, ia memastikan petugas sudah mengantongi identitas serta keberadaan pelaku.
“Pelaku RD ini merupakan tersangka pelaku pencabulan YAP, yang berhasil di tangkap,” tandasnya.
Terpisah, pasca meninggalnya YAP (9) siswa kelas II SD yang menjadi korban pembegalan pada Jumat (27/5/2016) lalu, seluruh sekolah se Kabupaten Mesuji pada Sabtu (28/5/2016) menggelar doa bersama di sekolah masing-masing.
Selain Doa bersama, doa bersama juga digelar di rumah duka yang berada di Desa Adi Mulyo dan dihadiri seluruh kepala sekolah, guru dan pengawas dan siswa siswi dari tingkat SD-SMA se kecamatan Pancajaya.
Doa bersama itu ditujukan untuk YAP yang meninggal akibat dibegal dan disodomi dan mayatnya digantung di pohon Sawit.
Doa bersama tersebut juga dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mesuji Iklas Setia S.Pd. Sebelum Doa bersama digelar, Iklas mengatakan, jika ini merupakan bentuk kepedulian kepada sesama di lingkup Dinas Pendidikan baik itu kepada para siswa, pelajar maupun dewan guru kepala sekolah dan pengawas yang mengalami kesusahan atau ditimpa musibah.
“Kita berharap Nilai- nilai luhur bangsa Indonesia tidak luntur dimakan usia tetapi tetap tertanam dalam hati sanubari semua Insan. Mari kita teruskan kegiatan Doa bersama ini sebagai wujud dari pendidikan budi pekerti atau Implementasi dari pendidikan berkarakter. Mari kita tunjukkan kekompakan serta kebersamaan kita,” jelas Iklas.
Meninggalnya YAP memang menjadi duka mendalam yang sangat dirasakan oleh teman-temannya terutama yang mengenal korban. Sebab korban dikenal sebagai sosok periang dan sangat baik terhadap semua teman-temannya di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.
Menurut salah satu warga Desa Adi Mulyo, bahwa YAP itu anak yang baik sopan dan rajin sedangkan motor yang dibawa kabur oleh pelaku merupakan motor baru yang dibelikan oleh ibunya yang bekerja di luar negeri.
“Honda Beat Putih yang dibelikan oleh ibunya itu baru tiga bulan, namun sayang motor itu lah akhirnya yang jadi penyebab kepergian YAP untuk selamanya. Semoga dia mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT,” ungkap salah satu tetangganya yang enggan disebutkan namanya. (Sandri/Juanda)









