Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjaga ketersediaan komoditi rumah tangga (Sembako) di pasaran jelang bulan Ramadhan mendatang.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung Joko Santoso mengatakan, dengan menjaga ketersediaan sembako pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri mendatang, dirinya berharap jangan sampai ada kelangkaan komoditi yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok tersebut.
Menurutnya, sepekan jelang bulan puasa, ketersediaan sembilan bahan pokok di beberapa pasar di Bandarlampung saat ini masih terpantau stabil.
“Pasokan cabai dan bawang yang berasal dari Pulau Jawa masih aman (tersedia) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung,” jelasnya melalui telepon selulernya, Minggu (29/5/2016).
Politisi dari partai PAN itu menjelaskan, tingginya kebutuhan pokok jelang bulan puasa dan lebaran menjadi masalah klasik yang terus timbul setiap tahunnya. Untuk itu, dirinya mengimbau harus ada kebijakan strategis dari pemerintah.
“Jangan sampai masyarakat kecil menjadi korban kartel yang menarik keuntungan pada momen hari besar keagamaan tersebut,” tegasnya.
Pemprov Lampung melalui dinas terkait diminta proaktif untuk turun ke pasar tradisonal dan modern, guna memantau ketersediaan sembako. Sebab, akan berdampak pada kenaikan beberapa komoditi dalam menghadapi bulan puasa.
“Kami mengharapkan daya beli masyarakat tidak berkurang akibat harga barang-barang yang mengalami kenaikan,” ujarnya.
DPRD Bidang Perekonomian, mengatakan, untuk menstabilkan harga daging pada bulan puasa dan idul fitri mendatang, pihaknya akan mengawal penuh harga daging tersebut di bulan ramadhan mendatang.
Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi II akan memanggil mitra terkait dalam hal menjaga kestabilan harga daging pada bulan romadhon dan idul fitri mendatang, agar tidak terjadi kenaikan yang tinggi untuk harga daging tersebut.
“Kita akan panggil mitra terkait, yakni Dinas Peternakan. Nah, kita diskusikan soal standar harga yang dikehendaki agar melambung tinggi saat bulan puasa dan lebaran mendatang,” ungkapnya.
Dirinya juga mengimbau agar dinas terkait tersebut melakukan operasi pasar untuk menghindari melambungnya harga daging. “Kita inginnya ada operasi pasar, di mana satker tersebut memantau harga daging di pasaran,” terangnya. (Fitri/JJ)









