Harianpilar.com, Lampung Timur – Bayi badak Sumatera berjenis kelamin betina telah dilahirkan secara alami dari badakbetina induknya, Ratu, di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Waykambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (12/5/2016).
Kepala Balai Taman Nasional Waykambas (TNWK) Ir Subakir dalam keterangan tertulis yang diterima di Lampung Timur, Kamis malam, menjelaskan bayi badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) berjenis kelamin betina tersebut lahir pukul 05.40 WIB hari ini. Menurutnya, bayi badak betina itu merupakan hasil perkawinan Andalas, badak jantan, dan Ratu, badak betina penghuni SRS TNWK.
Ini merupakan anak kedua badak sumatera dari induknya Ratu dan badak jantan Andalas. Anak pertamanya diberi nama Andatu yang lahir tahun 2012 lalu. “Ratu, induk badak betina menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan dimulai pukul 03.00 WIB, dan proses kelahirannya sendiri berlangsung selama dua jam sampai dengan bayi badak lahir dengan selamat,” ujarnya menjelaskan proses saat kelahiran badak betina itu pula.
Menurut dia, pascakelahiran itu, anak dan induk badak tersebut tampak sehat. Dua jam setelah lahir, bayi badak tersebut sudah mulai berjalan dan menyusui kepada induknya, dan kondisi Ratu pascamelahirkan pun terlihat sangat kelelahan tetapi secara umum terlihat sehat, kata Subakir pula.
Dia menyebutkan, pada saat kelahiran bayi badak ini, Ratu didampingi oleh perawat satwa dan dokter hewan yang ada di SRS. “Seluruh proses kelahiran bayi badak ini diawasi oleh perawat satwa dan dokter hewan SRS, terdiri dari drh Zulfi Arsan, drh Ni Made Ferawaty, tim dokter dari Kebun Binatang Taronga Australia dan Kebun Binatang White Oak Amerika Serikat serta perawat satwa senior dari Kebun Binatang Cincinnati Amerika Serikat,” ujar Subakir.
Sehari sebelumnya, dalam rilis Yayasan Badak Indonesia (YABI) yang menaungi pengelolaan dan penangkaran badak sumatera di SRS TNWK menyatakan, pada Rabu (11/5/2016) saat kelahiran anak kedua Ratu diperkirakan akan semakin dekat.
Hal tersebut dapat dilihat dari perubahan pola perilaku yang semakin menunjukkan kegelisahan dengan melakukan banyak aktivitas dalam waktu singkat. Ratu banyak berjalan, memainkan peralatan enrichment berupa bola “boomer”, tidur sebentar, makan sedikit, merobohkan pohon-pohon kecil di dalam boma dan berdiam diri sejenak.
Perilaku lain yang teramati adalah Ratu mengangkat kaki depannya ke atas pohon sampai badannya hampir vertikal. Ratu juga teramati sering mengangkat kepalanya tinggi-tinggi.
Adanya perilaku demikian, saat kelahiran semakin dekat tetapi belum dapat ditentukan waktu yang pasti kapan kelahiran anak kedua Ratu.
Pengamatan aktivitas Ratu dilakukan secara intensif oleh para perawat badak dan dokter hewan di kandang. Selain itu, aktivitas Ratu juga dapat dipantau melalui CCTV yang dilihat dari kantor Sumatran Rhino Sanctuary (SRS). (Rls/Mar)









