Harianpilar,com. Lampung Timur – Program hibah mesin pengering (bed dryer) dari Pemerintah Provinsi Lampung mulai dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para petani di Desa Braja Caka, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.
Teknologi ini terbukti efektif menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas pertanian.
Ketua Kelompok Tani Siphe Handayani 6, Muskriono, menyampaikan apresiasinya atas bantuan unit pengering gabah dan jagung yang kini beroperasi di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan mesin ini menjadi solusi krusial bagi permasalahan klasik petani saat musim penghujan.
Selama ini, petani sangat bergantung pada sinar matahari untuk menjemur hasil panen. Namun, dengan adanya bed dryer, proses pengeringan tetap bisa berjalan meski cuaca hujan.
”Dulu, kalau pasca-hujan kita panen, proses pengeringan jadi kendala. Sekarang dengan alat ini, kita bisa mengeringkan hasil panen lebih cepat dan efisien tanpa perlu menjemur manual lagi,” ujar Muskriono di lokasi unit usaha pengeringan.
Selain efisiensi waktu, penggunaan mesin pengering ini berdampak langsung pada sisi ekonomi. Muskriono menjelaskan bahwa gabah yang dikeringkan dengan mesin memiliki kualitas yang lebih stabil dibandingkan jemur manual, sehingga harga jual di pasar pun meningkat.
”Alhamdulillah, yang tadinya harga gabah murah, sekarang dengan adanya pengering ini harganya bisa lebih tinggi. Ini sangat membantu kami dan para petani lainnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muskriono juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Lampung dan pihak terkait yang telah menginisiasi program hibah ini.
Ia berharap teknologi serupa dapat terus dikembangkan untuk mendukung produktivitas petani di seluruh Lampung.
”Terima kasih Bapak Gubernur, Bapak Kyai Mirza, atas bantuannya. Semoga sukses selalu dalam memimpin Lampung menjadi lebih baik lagi,” tutupnya dengan penuh semangat.
Hadirnya fasilitas pengering ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa serta mendorong kemandirian kelompok tani melalui unit usaha pengolahan pasca-panen yang lebih modern.(Tim)









