oleh

Lampung Butuh Konsep Industri Pariwisata

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus menggiatkan industri pariwisata di Lampung. Meski memiliki hambatan terkait insfratuktur yang masih buruk menuju kebeberapa tempat destinasi wisata, Pemprov Lampung terus berupaya agar pariwisata Lampung bisa diminati mancanegara.

Wakil Gubernur Bakhtiar Basri menyatakan, saat ini dipersiapkan konsep sistem industri pariwisata yang terintegrasi antar masing-masing sektoral, dimana salah satu kelemahan dalam pengembangan sektor wisata adalah masih kurangnya koordinasi lintas sektoral dan pemahaman akan pentingnya peran pariwisata dalam sebuah proses pembangunan.

“Selain itu kendala kita adalah masalah insfratuktur, masih banyak jalan provinsi yang mengalami kerusakan terutama yang menuju tempat-tempat wisata, jalan yang panjang ini yang masih menjadi kendala, tapi kita upayakan bisa dibenahi dengan cepat, apalagi saat ini gubernur sudah bekerjasama dengan provinsi Bali untuk mempromosikan pariwisata yang kita miliki,” jelasnya setalah menghadiri acara louncing beras toko tani Indonesia di Kemiling, Rabu (11/5/2016).

Bachtiar Basri mengatakan akan membangun sistem pengelolaan kepariwisataan yang mengintegrasikan sektor satu dengan yang lainnya, agar tercipta industri pariwisata yang baik dalam tatanan pengelolaannya.

Diantaranya akan dipersiapkan konsep sistem industri pariwisata yang terintegrasi antar masing-masing sektoral, dimana salah satu kelemahan dalam pengembangan sektor wisata adalah masih kurangnya koordinasi lintas sektoral dan pemahaman akan pentingnya peran pariwisata dalam sebuah proses pembangunan.

Persoalan pariwisata itu bukan hanya tanggung jawab dinas pariwisata saja, tetapi semua sektor dan semua pihak yang terkait. Mulai dari pemerintah, pemilik hotel, restaurant, pengelola tempat wisata hingga organisasi wadah para pelaku dan penggiat wisata di Lampung.

“Tentunya memang perlu adanya suatu komitmen yang kuat dari masing-masing pihak dalam memajukan pariwisata di Lampung, saat ini Pemprov telah melakukan MoU sebagai satu langkah awal mewujudkan komitmen tersebut,” jelasnya. (Fitri/JJ)