Harianpilar.com, Bandarlampung – Kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Bandarlampung pada tahun 2016 ini mengalami penurunan, dibandingankan tahun lalu yang menelan korban jiwa akibat DBD sebanyak 9 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli menjelaskan, kasus Malaria (DBD) mediao Januari – Maret 2016, di Bandarlampung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
”Kalau kasus pasti ada, karena kita di daerah endemis seperti di pinggir laut atau pinggir sungai, namun sampai saat ini alhamdulillah jumlah kasusnya menurun jika kita lihat dari kasus tahun lalu. Dan untuk angka kematian belum ada,” ungkap Edwin Rusli, Selasa (3/5/2016).
Menurut Edwin, untuk tahun ini tidak ada korban jiwa dalam kasus DBD. “Alhamdulillah kita belum ada laporan mengenai kematian karena DBD. Malah kita turun dari tahun kemarin, dari Januari sampai Maret ini nol kasus kematian karena DBD. Contohnya tahun kemarin kasus kematian 9 orang,” tegasnya.
Ditegaskan Edwin, penyebaran DBD tidak terlepas dari gaya hidup dari masyarakat sendiri, mungkin saat ini masyarakat sudah lebih menjaga kebersihan lingkungan. Langkah pencegahan, Dinas Kesehatan kota Bandarlampung selalu melakukan sosialisasi penyuluhan di setiap lingkungan.
“Penyuluhan untuk kebersihan lingkungan pastinya, kan dia beda dengan DBD tidak perlu fogging tapi kalau diperlukan kita siap untuk fogging,” tuturnya. (Putri/JJ)









