Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung, memastikan akan segera mendapatkan bantuan 75 bus. Bus bantuan ini rencananya untuk memenuhi kebutuhan angkutan umum.
“BRT ada tujuh jalur, yang baru diisi baru ada tiga jalur. Sedangkan sisanya akan diisi bus bantuan kementerian perhubungan ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung, I Kadek Sumarta, Rabu (27/4/2016).
Menurut Kadek, pihaknya sudah dijanjikan oleh kementrian akan diberi bantuan bus baru dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan persyaratan dan prosedur yang ada.
“Baru proses pengajuan, tapi mudah-mudahan ada dan dapat bantuannya, karena sudah di janjikan. Tapi baru dijanjikan,” terangnya.
Ia menambahkan bantuan 75 bus ini nantinya akan dijadikan sebagai angkutan umum guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.
“Kita gunakan ini sebagai terobosan agar mengurangi pengguna kendaraan pribadi, jadi macet hisa berkurang kalo mereka nyaman dengan angkutan umum,” tambahnya.
Masih kata Kadek, 75 bus akan ijalankan di rute rute yang masih kurang jumlah angkutan umumnya, dan dijalur protokol, seperti jurusan-jurusan Kemiling – Sukaraja.
“Kita bagi jalur-jalur yang belum dilalui angkutan umum seperti BRT (Bus Rapid Transit),” jelasnya.
Saat disinggung bahwa datangnya bantuan bus ini akan menambah angka kemacetan dan akan memicu keributan sopir angkutan kota (angkot) Kadek dengan tegas membantah hal tersebut.
“70 % angkutan kota kita sudah habis masa dan akan kita pindah ke jalur perintis, kalo kemacetan tentu tidak karenakan ada jalur masing-masing jadi kita akan menjalankan ini, ini demi kemajuan Kota Bandarlampung,” tandasnya.
Mengenai halte bus, lanjut dia, jika memang dibutuhkan dan harus diadakan pihaknya akan siap untuk membangun halte, tentunya dengan dukungan Pemerintah Daerah. “Kalo halte sudah sangat diperlukan nanti pasti kita bangun, itu nanti jadi tanggungjawab pemerintah daerah,” tandasnya. (Putri/JJ)









