oleh

Mesuji Diterpa Isu Provokasi

Harianpilar.com, Mesuji – Dalam sepekan ini, Kabupaten Mesuji diterpa isu yang mengarah pada provokasi serta memecah belah antar warga. Selain meresahkan serta merusak citra Mesuji, isu tersebut dikhawatirkan akan mengganggu proses pembangunan.

Untuk itu, sedikitnya 14 Forum Lembaga Masyarakat dan Forum Pemerintah Desa yang merasa gerah atas isu tidak jelas itu, sepakat menyatakan sikap untuk menjaga dan mendukung proses pembangunan di Mesuji. Pernyataan sikap tersebut disampaikan di rumah dinas Bupati Mesuji Khamami, Kamis (21/4/2016).

Wakil Ketua Forum Kepala Desa Suyati menyatakan, bahwa dirinya dan aparat desa siap menjaga kerukunan dan kedamaian warga, dari isu-isu yang digelontorkan oknum-oknum yang tidak jelas, sehingga bisa menyebabkan perpecahan antar masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat terprovokasi, apalagi informasinya ada beberapa oknum yang mengisukan hal-hal yang dapat merusak citra Kabupaten Mesuji dengan memanfaatkan aparat penegak hukum. Untuk itu, Kami tegaskan kepada seluruh masyarakat Mesuji dan aparat penegak hukum tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu tersebut karena dapat merusak citra Kabupaten Mesuji terlebih saat ini berbagai program tengah digalakkan,” jelasnya.

Dikatakannya, aparat desa siap menjaga dan mendukung pembangunan di Kabupaten Mesuji yang dipimpin oleh Bapak Khamami, SH, selain itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mesuji untuk menjaga situasi kondusif  dan jangan mudah terprovokasi serta membuat gaduh di kabupaten baru ini, hal-hal yang merasa belum jelas terhadap proses pembangunan atau lainnya untuk ditanyakan kepada Pemda Mesuji;

“Tokoh Agama, Masyarakat, Adat, LSM, dan lainnya kita semua harus bersatu mendukung program-program pembangunan yang pro rakyat di Kabupaten Mesuji, Yang membuat gaduh dengan membuat laporan ke sana dan ke sini sama saja tidak mendukung pembangunan dan tidak senang Mesuji maju,” paparnya.

Senada dikatakan, Ketua Forum Sekretaris Desa, Bejo, S.Pd, mengutuk keras atas isu provokasi tersebut.

“Kami mengutuk keras kepada oknum yang membuat kacau balau pada program pembangunan Kabupaten Mesuji, dan menghimbau kepada aparat penegak hukum agar tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak bertanggung jawab. Kami cukup capek dengan hal-hal yang tidak jelas, ditambah citra kabupaten mesuji yang telah rusak hingga dimata nasional. Untuk itu, diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru yang tidak jelas,” tegasnya, yang diamini Ketua Forum PGRI Kabupaten Mesuji Rolly Abdullah, S.Pd dan Tokoh NU Kabupaten Guskarim serta Ketua MUI Kabupaten Mesuji: Ustadz Fadil.

Untuk itu, baik Forum Kepala Desa dan Forum Sekdes, PHDI Mesuji, Kristen, Budha, Muslimat NU, KNPI Karang Taruna Kabupaten Mesuji, Perguruan Pencak Silat PSHT, Perguruan Pencak Silat TTKDH dan Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih, meminta agar sosialisasi kepada Aparatur Desa dan masyarakatnya supaya tidak mudah terpecah belah dan diadu domba sehingga berakibat pada lambatnya pembangunan Kabupaten Mesuji.

“Bisa kita lihat, dan dirasakan saat ini begitu pesatnya pembangunan yang pro rakyat walaupun APBD Kabupaten Mesuji terkecil di Provinsi Lampung. Marilah kita dukung program Pemda Mesuji di bawah pimpinan Bapak Bupati Khamami, yang saat ini tenggh digalakkan,” imbuhnya.]

Oleh itu, saya sebagai Ketua Forum PGRI Kabupaten Mesuji, Tidak menghendaki program sekolah gratis, pembagian baju seragam sekolah dan sarana pendidikan terhenti oleh segelintir orang yang selalu memprovokasi dan membuat gaduh. Para wali murid dan guru sangat merasa terbantu dengan program Bapak Bupati Khamami, SH. tentang pendidikan.

“Kami juga sebagai pengurus PSHT, TTKDH, Cempaka Putih, menolak keras dan menyatakan perang terhadap orang-orang yang akan menghambat program pembangunan di Kabupaten Mesuji, kami siap menjadi benteng mempertahankan pemerintahan yang sah,” imbuhnya.

Takhanya itu, dirinya juga sebagai pengurus MUI, NU, PHDI, Muslimat NU, Hamba-Hamba Tuhan, juga mengajak semua umat beragama tetap bersatu padu membela kebenaran, memerangi kezaliman dari orang-orang yang hasut, iri dengki. Kami sepakat untuk tetap mempertahankan pemerintahan yang sah yang dipimpin Bapak Khamami, SH.

Ini juga ditegaskan oleh Ketua KNPI Mesuji Idrus Toufik, berharap kepada pemuda – pemudi Kabupaten Mesuji untuk berpikir cerdas jangan mudah kena hasut, percaya dengan janji dan fitnah yang akhirnya akan membuat kacau di Kabupaten Mesuji.

“Pemuda-pemudi jangan mudah kena hasut, dan percaya dengan janji-janji yang dapat merusak citra Kabupaten Mesuji. Dan jangan mengadaikan lima tahun kabupaten mesuji hanya dengan imbalan yang tidak pantas,”tukas Idrus yang diamini Ketua Karang Taruna Mesuji Agung Subandara. (Sandri/Juanda)