oleh

Waspada, Tanggamus Darurat DBD

Harianpilar.com, Tanggamus – Angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanggamus tahun 2016 tercatat masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Diskes) Tanggamus, jumlah kasus DBD Januari-Maret 2016 mencapai 196 kasus. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada Januari-Maret 2015, DBD hanya 48 kasus.

Kepala Diskes Tanggamus Sukisno, melalui Kepala Bidang P3PL Sismantoro mengatakan, dari 196 kasus DBD tersebut dua warga meninggal dunia. Satu pasien di Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung dan satu lagi di Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka.

Sementara 196 kasus DBD tersebut, berasal dari data puskesmas di 20 Kecamatan. Angka tertinggi di Puskesmas Gisting dengan 37 kasus. Disusul Puskesmas Pulaupanggung sebanyak 23 kasus, dan wilayah Puskesmas Sumanda Pugung dengan 20 kasus.‎

Menurut Sismantoro, tingginya kasus DBD lantaran dipengaruhi intensitas hujan yang masih tinggi, sampai Maret kemarin.

“Awalnya kami memprediksikan, Maret kasus DBD turun. Sebab biasanya puncaknya pada Februari. Tetapi ternyata meleset, karena hujan masih terjadi. Musim hujan seperti sekarang ini jelas nyamuk Aedes aegepty berkembang cepat. Normalnya telur nyamuk menetas selama tujuh hari, kalau musim hujan bisa tiga sampai lima hari sudah menetas,” jelas Sismantoro.

Untuk menekan kasus DBD ini, lanjut dia, kuncinya adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Sebab kalau mengandalkan fogging, itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Tentunya dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk disiplin PSN. Sebab jentik nyamuk bisa ditemukan di daun talas, maupun daun pisang yang sedang kuncup.

“Dalam melakukan PSN, dibutuhkan kerjasama lintas sektoral. Upaya sosialisasi juga sudah dilakukan. Hal ini sudah disampaikan saat rakor beberapa waktu lalu. Jadi diskes melalui UPT, camat dan pekon mengajak masyarakat untuk melakukan PSN. Kalau dilakukan serentak, maka bisa menekan DBD. Contohnya di Sumanda, setelah mereka bergotongroyong jumlah DBD di sana menurun,” ungkap Sismantoro.

Dirinya juga mengimbau agar masyarakat dapat melakukan gerakan 3M Plus (menguras, menutup, dan mengubur) barang-barang bekas agar tidak digenangi air dan dihinggapi jentik nyamuk.

Selain itu juga, masyarakat harus selalu melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga asupan makanan juga dapat mencegah DBD. Sebab dengan makanan bergizi, maka otomatis sistem kekebalan tubuh juga meningkat. (Imron/Juanda)