Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak 9 warga binaan (Wabin) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I, Rajabasa, Bandarlampung, mengikuti Ujian Nasional (UN) Manual (Paper Best Test) kejar paket C, di Lapas. Ke Sembilan Napi tersebut, rata-rata berumur di atas 25 tahun yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan.
Kabid Pembinaan Narapidana Lapas Klas1, Rajabasa, Bandarlampung Tapianus Antonius Barus menjelaskan, jika peserta UN tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk jumlah pesertanya sendiri kalau dari tahun kemarin malah berkurang, karena kan setiap tahunnya penghuni lapas ini tidak selalu bertambah pastinya ada pengurangan,” jelasnya, saat ditemui di ruangannya, Selasa (5/4/2016).
Untuk peserta, lanjut Antonius, sebetulnya yang mengikuti ada 13 orang tapi yang bisa mengikuti hanya 9 peserta, sementara 4 orang sudah bebas.
“Susah dihubungin juga, ada yang sakit dan jauh dari lapas sini tinggalnya. Padahal mereka masih bisa ikut paket C di dalam lapas,” ungkapnya.
Dijelaskan Antonius, jika UN yang digelar di Lapas Rajabasa ini difasilitasi pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Kasih Lestari.
“Pengawas serta guru pembimbingnya dari PKBM, kami juga memang membuka KBM di dalam Lapas, agar mereka tetap bisa menambah wawasan, bukan hanya KBM saja kami juga memfasilitasi mereka dengan perpustakaan di ruangan khusus,” jelasnya.
Ditegaskan Antonius, jika kegiatan UN di Lapas ini para peserta ujian pastinya tidak sama dengan yamg di luar lapas, termasuk seragam Napi.
“Untuk kami seragam akan diusahakan serempak sama, tapi untuk sekarang yang penting rapih dan sopan,” ujarnya. (Ramona/Juanda)









