Harianpilar.com, Lampung Utara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Utara (Lampura) melakukan deteksi dini penyakit Hepatitis (Inpeksi Hati). Dari 3000 masyarakat yang mendaftar untuk melakukan pemeriksaan terkait penyakit Hepatitis di 26 Puskesmas di 23 kecamatan, hanya 44 orang saja yang dinyatakan positif terkena penyakit Hepatitis. Demikian diungkapkan Kabid P2PL, Nely diruang kerjanya (30/3/2016).
Dikatakannya, saat ini Dinkes sedang menggencarkan pendeteksian penyakit Hepatitis sejak dini. Penyakit hepatitis ini masuk dalam katagori penyakit berbahaya. Penyakit Hepatitis rentant sekali dapat menular melalui cairan. “Penyakit ini tidak kelihatan, tidak ada tanda-tanda. Nantinya penyakit ini akan terdeteksi sendiri jika yang bersangkutan sudah mengalami stadium lanjut,” terangnya.
Dijelaskannya, untuk pencegahan penularan penyakit tersebut dapat dilakukan mulai digantinya pisau pencukur rambut setiap ada masyarakat yang melakukan cukur rambut. Kemudian jangan meminjam alat gunting kuku, lalu setiap alat medis yang dapat menyebabkan luka harus digunakan sekali pakai saja.
44 orang yang dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut, pengobatannya dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moelok (RSUDAM) Bandarlampung. “Kalau sudah stadium lanjut biasanya korban akan koma, hatinya bengkak, lalu BAB darah. Penyakit ini bisa menulari dari dari cairan tubuh, pendeteksian ini kita mulai untuk ibu hamil, tenaga kesehatan dan mahasiswa,” ujarnya.
Ditambahkan Nely, untuk mencegah penyakit ini, masyarakat harus menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu kondisi lingkungan juga harus terjaga. Anak-anak jangan sampai makan jajanan sembaranagan di sekolah, karena dagangan tanpa merek dan tanpa tanggal kadaluarsanya itu sangat mempengaruhi. “Selain itu kondisi air masyarakat juga harus baik. Cuci tangan, piring dan mandi harus menggunakan air yang mengalir dan jangan BAB disembarang tempat,” pungkasnya. (Iswant/Yoan)








