Harianpilar.com, Mesuji – Bupati Mesuji Khamami, menilai bentrok massa yang kerap terjadi di Kabupaten Mesuji bukan disebabkan oleh masyarakat Mesuji, melainkan warga yang berasal dari luar Mesuji, yang mendiami kawasan Register 45 Sungai Buaya.
Untuk itu, Khamami mengimbau masyarakat yang menduduki Regsiter 45 Sungai Buaya untuk tidak terus membuat kegaduhan.
“Ini sangat merusak citra Kabupaten Mesuji di mata masyarakat luar, apalagi setiap bentrok selalu memakan korban jiwa. Padahal, bentrok yang kerap terjadi bukan disebabkan oleh masyarakat Mesuji tetapi masyarakat luar Mesuji yang menduduki kawasan Register 45 Sungai Buaya,” jelasnya Khamami, Selasa (29/3/2016) saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Khamami, bentrok yang terjadi di Kawasan Hutan Register 45 Sungai Buaya Mesuji ini memang telah menjadi perhatian masyarakat luas sejak dulu hingga saat ini. Untuk itu diharapkan masyarakat yang menduduki kawasan hutan register ini tidak terus menerus membuat kegaduhan.
“Saat ini Pemkab Mesuji terus berupaya untuk memulihkan citra Kabupaten Mesuji di mata masyarakat luas. Tetapi, bila terus terjadi gejolak maka apapun yang dilakukan Pemkab Mesuji maka akan sia-sia apalagi setiap terjadinya bentrok selalu memakan korban jiwa,” tegasnya.
Dikatakan Khamami, saat ini baik pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten telah menerapkan sistem program pola kemitraan. Untuk itu, masyarakat harus dapat mengikuti aturannya jagan terus menerus membuat keributan terlebih hingga memakan korban jiwa seperti yang terjadi pada Minggu pekan lalu.
Khamami juga berharap bentrok antar warga penghuni Register 45 dengan warga Pematang Panggang, diharapkan dapat segera terselesaikan jangan terus menerus berlarut tanpa adanya titik temu.
“Kita harapkan aparat penegak hukum dapat segera memproses persoalan yang terjadi di Kawasan Register 45 minggu kemarin yang hingga menelan korban jiwa. Tujuannya agar tidak ada lagi bentrok susulan dan sebagainya yang dapat merusak nama Kabupaten Mesuji. Apalagi mengingat keributan tersebut bukan warga mesuji tetapi warga dari luar mesuji,” tandasnya. (Sandri/Juanda)









