oleh

Lampung Pengekspor Komoditas Pertanian dan Perkebunan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya untuk menghasilkan produk unggul dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan keberadaan Provinsi Lampung sebagai salah satu pengekspor komoditas pertanian dan perkebunan.

Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Adeham mengatakan, Provinsi Lampung berbasis pertanian, salah satunya adalah dari sektor perkebunan yang telah memberikan kontribusi volume ekspor perkebunan terhadap volume ekspor Lampung sebesar 37,15% dan kontribusi nilai ekspor perkebunan terhadap nilai ekspor Lampung sebesar 67,01%.

Provinsi Lampung memiliki tujuh komoditas unggulan perkebunan yaitu lada, kopi, kakao, karet, tebu, kelapa dalam dan kelapa sawit.

“Khusus untuk komoditas kopi, keberhasilan tiga sentra kopi di Lampung yang telah masuk dalam kategori specialty grade coffe berdasarkan uji cita rasa di Pusat  Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, hendaknya predikat tersebut bisa dimanfaatkan untuk dapat   meningkatkan harga kopi,” jelasnya setelah melaksanakan solat gerhana di Lapangan Kopri, Rabu (9/3/2016).

Kopi yang masuk kategori spesial, bakal mendongkrak harga kopi di tingkat petani hingga 30 persen lebih mahal dari harga biasa. Tiga daerah sentra kopi di Lampung yang mendapat skor tertinggi dalam uji cita rasa tersebut adalah Belalau dan Lumbok Seminung Lampung Barat serta kopi dari Pulau Panggung Tanggamus.

Dengan adanya label kopi spesial, kopi Lampung diharapkan dapat bersaing dengan kopi asal Indonesia lainnya yang telah lebih dahulu mendunia.

Lebih lanjut Adeham mengatakan, dengan telah diberlakukannya, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan berdampak pada peningkatan ekspor. Selain itu MEA memberikan peluang dan ruang untuk pengembangan usaha perdagangan skala besar dan kecil dan para pelaku usaha akan mendapatkan akses lebih baik dalam pelayanan pelayanan perbankkan.

Dengan salah satunya adalah dengan mengembalikan kejayaan lada Lampung yang sedang dicanangkan Dinas Perkebunan Provinsi Lampung. (Fitri/JJ)