Harianpilar.com, Tanggamus – Tanaman pepaya (kates) semakin diminati oleh mayoritas petani di Kabupaten Tanggamus. Selain dari penangananya yang terbilang mudah, penghasilananya pun cukup menjanjikan, bahkan lahan yang digunakan pun tidak mesti luas dan tidak terlalu memilih tekstur tanah. Apalagi lahan di Kabupaten Tanggamus terbilang masih subur, sehingga cocok untuk segala macam jenis tanaman apalagi tanaman jenis papaya ini.
Bahkan tidak sedikit para petani yang mengganti tanaman mereka dan dijadikan lahan tanaman papaya, seperti yang terjadi di daerah–daerah perkebunan di beberapa kecamatan. Kecamatan Kotaagung Barat misalnya, tidak sedikit perkebunan kakau bahkan kebun kelapa yang diubah menjadi lahan menanam papaya. Apalagi bila ada lahan kosong seperti tanah kaplingan atau tanah lokasi perumahan yang belum dibangun oleh pemiliknya, bahkan ada yang sanggup menyewa lokasi untuk lahan menanam papaya tersebut.
Jenis pepaya yang ramai dan diminati oleh para petanipun tidak banyak macamnya hanya jenis papaya Kalipornia dan Bangkok. Namun yang marak ditanam oleh para petani di Kabupaten Tanggamus adalah mayoritas papaya jenis Kalipornia, karena harganyapun cukup stabil. Menurut para petani, selain karena perawatanya yang tidak terlalu sulit, tanaman ini juga tidak terlalu pilih-pilih jenis tanah, yang penting cukup terkena sinar matahari dan hasilnya pun tidak terlalu lama. Hanya tujuh atau delapan bulan saja sudah bisa menghasilkan. Selain harganya yang lumayan penjualanya pun tidak terlalu sulit, bahkan para pembeli sanggup mengambil di kebun milik petani.
Menurut salah seorang petani di Pekon Negara Batin, Kecamatan Kotaagung Barat Ponok yang saat ini menggeluti tanaman pepaya mengatakan. “Saya sengaja menggantikan tanaman kebun cokelat dengan Pepaya jenis Kalipornia, karena perawatannya lebih mudah dan hasilnya lebih menjajikan. Kalau sudah mulai panen buahnya terus menerus tak ada selangnya. Dalam seminggu satu kali panen dan bisa menutupi kebutuhan keluarga,” ungkap Ponok.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus melalui Kabid Perkebunan Sastra Winata mewakili Kepala Dinas HUTBUN Tanggamus FB. Karjiaono mengatakan jika persoalan ini memang sudah menjadi momok bagi kabupaten ini.
“Ya persoalan ini juga sudah menjadi Tanggung jawab kita semua,dan keadaan ini sudah sangat memprihatinkan,namun karena di undang-undang juga memperbolehkan petani untuk memilih apa yg akan mereka kembangkan,dan mereka bebas untuk membudidayakan komoditi tanaman apapun juga dan kami tidak ada kewenangan untuk melarang mereka,”ujar dia, Minggu (31/1/2016).
Dia akan memberikan pembinaan dan upaya peningkatan produksi pagi para petani. “Kita akan berupaya memberikan pembinaan dan upaya peningkatan produksi agar para petani tidak mengalihkan lahan perkebunan mereka. Mungkin karena produksi tanaman-tanaman keras yang mereka geluti selama ini kurang memuaskan, makanya mereka beralih ke tanaman pepaya,”pungkas Sastra. (Ron/Mar)










Komentar