oleh

DPC PDIP Lamsel Segera Panggil Sugiyanto

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Menyikapi adanya laporan sejumlah Kader PAC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kecamatan Jatiagung yang melaporkan ‎Sugiyanto ke DPC PDI-P Lampung Selatan karena diduga mendukung calon partai lain yakni pasangan nomor urut 2 (Rycko Menoza-Eki Setyanto) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2015 yang lalu.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Lampung Selatan dalam waktu dekat akan memanggil Sugiarto untuk mengklarigikasi laporan tersebut.

Menurut Ketua DPC PDIP Lamsel Hendry Rosadi, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil saudara Sugiarto guna klarifikasi atas laporan tersebut.

“Iya surat laporan sudah saya terima dalam waktu dekat akan segera kita panggil,” kata Hendry,  di ruangannya seusai rapat paripurna istimewa dalam rangka PAW anggota DPRD setempat, Kamis (14/1/2016).

Dia juga menambahkan, apabila terbukti saudara Sugiarto melakukan penghianantan terhadap partai, dan tidak bisa diajak kembali kejalan yang benar maka partai PDIP akan memberikan saksi terberat yaitu pemecatan. “Yang jelas kita tunggu saja apa klarifikasi beliau,” tambahnya.

Sementara itu Sugiarto yang menjabat sebagai anggota DPRD lamsel masa jabatan yang 2014-2019 saat dijumpai seusai rapat paripurna mengatakan, dirinya dengan tegas membantah kalau dirinya melawan perintah partai dengan tidak mendukung calon bupati dan wakil bupati ya g diusung PDIP pada pemilukada 9 desember yang lalu. “Saya siap apapun sangsinya kalau benar saya menjadi penhhianat,” katanya.

Sebelumnya pernah diberitakan. Sejumlah kader PDIP PAC Jati Agung melaporkan Sugiarto ke-DPC PDIP lamsel, Pasalnya, Partai besutan Megawati Soekarno Putri ini memberikan rekomendasi kepada pasangan calon nomor urut 3 (Zainudin Hasan – Nanang Ermanto) yang saat ini telah ditetapkan oleh KPUD Lamsel sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Sedangkan, Sugiyanto saat ini statusnya merupakan kader sekaligus Anggota DPRD Lampung Selatan dari PDI-P Lamsel daerah pemilihan Jati Agung.

Menurut salah seorang Kader PAC PDI-P Kecamatan Jati Agung Yohanes Susanto melalui rilisnya mengatakan, secara terang-terangan terdapat anggota berstatus anggota DPRD Lamsel atas nama Sugiyanto dari daerah pemilihan Jati Agung melakukan pemenangan terhadap calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 yakni Rycko Menoza – Eki Setyanto yang tidak diusung oleh PDI-Perjuangan.‎

“Adapun bukti otentik, terkait hal itu diantaranya, ‎rekaman, pembicaraan dan transkrip terlampir, kaos nomor urut 2 dan sejumlah saksi,” katanya usai memberikan berkas dan laporan kepada DPC PDI-P Lampung Selatan selasa (5/1/2016).

Dia juga menambahkan, dalam hal ini, pihanya menyayangkan dalam upaya pemenangan yang belum optimal, karena masih terdapat sejumlah kader PDI-P yang justru menjadi penghianat partai.

Selanjutnya ungkap dia, adanya tindakan tersebut, ini merupakan sebagai bentuk pelanggaran berat sebuah pelanggaran idiologis, sebuah penghianatan terhadap PDI – Perjuangan. “Padahal sesuai surat rekomendasi DPP PDI-Perjuangan nomor : 620/IN/DPP/VII/2015 tanggal 24 Juli 2015 PDI – Perjuangan telah merekomendasikan pasangan Zainudin Hasan – Nanang Ermanto,” ungkapnya.

Yohanes juga melanjutkqn, didalam surat itu juga jelas bahwa surat DPP PDI-Perjuangan nomor : 994/IN/DPP/X/2015 tentang penegasan dan intruksi pada poin keempat (4) menyebutkan \’Apabila terdapat kader partai yang mengabaikan intruksi ini dan melakukan tindakan yang melanggar peraturan disiplin partai, DPP Partai akan menjatuhkan sanksi organisasi yang lebih berat sesuai AD dan RT partai.

Untuk itu, pihaknya berharap, bersama kemenangan Zainudin Hasan dan Nanang Ermanto sudah waktunya bagi PDI-Perjuangan untuk melakukan pembersihan terhadap kader-kader yang menjadi penghianat. Tidak menaati intruksi ketua umum (Ketum) DPP PDI-P dan jelas melawan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah sebuah penghianatan tersebar.

“Kami sangat mengharapkan, PDI Pejuangan benar-benar menjadi partai rakyat yaitu partainya wong cilik, partai bersih, berisi kader-kader dengan watak suci, membangun dan membesarkan partai sesuai khitah dan cita-cita partai,” harapanya. (Saipul/JJ)