oleh

Legiun Veteran Butuh Perhatian Gubernur

Harianpilar.com, Bandarlampung – Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-59  Legiun Veteran Indonesia diperingati secara sederhana oleh veteran cabang Lampung, Selasa (5/1/2016).

Kegiatan ini diawali dengan ziarah dan tabur bungan di Taman Makam Pahlawan Tanjungkarang. Kemudian dilanjutkan upacara bendera yang diikuti sekitar 100 veteran tentara yang berasal dari berbagai daerah di Lampung.

Usai upacara acara dilanjutkan dengan syukuran di lantai dua gedung Legiun Veteran Indonesia cabang Lampung.

Menurut Ketua Legiun Veteran Indonesia Cabang Lampung, Letkol (Pur) M.Joesoef S, dalam rilis yang diterima Harian Pilar, Selasa (5/1/2016), sudah dua tahun ini acara HUT Legiun Veteran khususnya di Lampung, diperingati dengan sangat sederhana.

“Kami ini tidak punya dana untuk menggelar acara yang besar, jadi sudah dua tahun ini kami laksanakan secara sederhana dan apa adanya,” jelas Veteran Perang Seroja ini sambil menitikkan air mata.

Selama ini kata dia, mereka selalu mendapat bantuan dari pemerintah daerah.

“Kami ini tidak punya sumber pendanaan, selain kami mengandalkan bantuan dari pemerintah,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, entah mengapa sejak dua tahun ini, atau sejak kepemimpinan Gubernur Ridho Ficardo, bantuan untuk para veteran ini ditiadakan.

“Kami ini bukan pengemis, kami ini mantan pejuang, yang berjuang untuk bangsa dan negara ini,” kata Joesoef berapi –api.

Kalau pemerintah daerah Lampung mau membantu Legiun Veteran, kata dia, memang ada dasar hukumnya, yakni UU No 15 tahun 2012, dan Keppres tentang AD/RT Legiun Veteran.

“Dua dasar hukum ini sudah jelas, bahwa kami Legiun Veteran memang harus dibantu. Kami bukan mengungkit jasa kami terhadap bangsa ini, namun kami hanya minta kepada pemerintah daerah khususnya gubernur Lampung agar kami sedikit diperhatikan,” tegasnya, yang didampingi oleh Sekretaris Legiun Veteran Lampung Ng Abdulah Yusuf.

Joesoef menjelaskan, selama dua tahun ini pengurus legiun veteran Lampung sudah berusaha menghadap dan bersilaturahmi dengan Gubernur, namun tidak pernah ditanggapi.

”Lantas kami juga sudah mengajukan proposal bantuan dana untuk operasional kami ke Pemerintah Provinsi Lampung, sesuai dengan petunjuk dan arahan Legiun Veteran pusat. Namun kami seperti di ping- pong. Kami menanyakan surat ke Kesbangpol mereka menyuruh kami menanyakan ke Dinas Sosial, lantas dari Dinas Sosial mengatakan kami sedang rapat,” jelasnya.

Hingga saat ini kata dia, bantuan tersebut tidak pernah ada dari Pemerintah Provinsi Lampung. Joesoef hanya berharap ke depan agar Pemerintah Provinsi Lampung, agar lebih memperhatiakn para legiun veteran dan jangan melupakan jasa para legiun pejuang terutama di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.

Kepada generasi muda dia berharap agar mewarisi jasa para pahlawan dan bisa mengisi kemerdekaan Indonesia agar tercipta masyarakat adil dan makmur.

Peringatan HUT Legiun Veteran Indonesia ke-59 kali ini mengangkat tema’Gelorakan Revolusi mental untuk meningkatkan kesadaran bernegara dan bela negara. (Rls/Juanda)