oleh

Pengembangan Skil Guru Terkendala Ekonomi

Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Hampir sebagian besar guru honorer tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dalam mengembangkan Skiil terkendala berbagai persoalan. Salah satu hal tersebut ialah sulit perekonomian dalam rumah tangga.

Peningkatan mutu dunia pendidikan hususnya dunia pendidikan Kabupaten Tubaba sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Selain dari tercukupi pasilitas pendidikan seperti sarana dan prasarana. Terdapat pula hal hal lainya yakni kesejahterahan bagi tenaga pengajar sendiri.

Beberapa tenaga pengajar tingkat SD di wilayah Kabupaten Tubaba khususnya guru honor, mereka sangat mengharapkan perhatian lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Sebab menurut mereka dengan adanya capaian pembangunan yang telah ada saat ini mereka sangat bangga dan akan terus berpartisipasi didalamnya.

“Kami sangat bangga dengan capaian pembangunan kita, maka dari itu kamipun akan terus berjuang sesuai tugas dan pungsi kami sebagai pendidik anak bangsa. Akan tetapi, kamipun sangat membutuhkan bimbingan serta perhatian dalam hal pengembangan Skiil kami sebagai Guru,” tutur salah seorang guru honorer yang enggan namanya dikorankan, belum lama ini.

Menurutnya, semakin bertambahnya kemajuan jaman dalam hal inpormasi dan teknolagi, maka peningkatan skiil para Guru diarasan mereka juga harus menyesuaikan. Sehingga penyerapan ilmu yang mereka sampaikan dapat lebih maksimal dengan mengimbangi generasi muda saat ini.

“Jaman sekarang sudah sangat modern, penyampain materipun kami harus menyesuaikan dengan Generasi siswa didik saat ini. Sebab jika tidak maka penyerapan ilmu sepertinya kurang maksimal ataw memakan waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Akan tetapi dalam hal pengembangan skiil kependidkan tambah mereka, para guru honor terkendala oleh sisi perekonomian keluarga. Sehingga jelas mereka, pendidikan skiil ataw peningkatan mutu hanya diikuti semampu saja.

“Kesulitan ekonomi, yang selalu menjadi penyebab kami dalam keseriusan mengikuti setiap adanya peningkatan mutu tenaga pengajar. Baik itu berupa pengembangan skiil atawpun pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga usaha yang kami lakukan terbatas,” cetus mereka. (Epri/JJ)