Harianpilar.com, Pringsewu – Sektor Non-Pertanian di Kabupaten Pringsewu memberikan sumbangan sebesar 73,31% dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2014. Sektor tersebut antara lain industri, perdagangan dan jasa, serta angkutan dan lain-lain, yang terus mengalami perningkatan pada beberapa tahun terakhir. Sedangkan sebelumnya, pada tahun 2013 sektor non pertanian memberikan sumbangan terhadap PDRB sebesar 72,48%. Dengan kata lain,peranan sektor pertanian di Pringsewu telah mengalami penurunan, meskipun sektor ini masih menjadi andalan dengan sumbangan sebesar 26,69%.
Berkembangnya sektor non-pertanian memberikan gambaran perkembangan dan kemajuan Kabupaten Pringsewu, dimana masyarakatnya tidak lagi menggantungkan hidupnya kepada sektor pertanian. Sementara pada tahun yang sama sumbangan sektor Industri telah mencapai 15,12%, serta sektor Perdagangan 13,67%.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Pringsewu H.Sujadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs.H.Akhmad Basyar AH, MM saat membuka Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 yang diikuti ratusan peserta di Hotel Regency Pringsewu, Wates, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, belum lama ini.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi Lampung Mukhammad Mukhanif, S.Si, M.Si, Kepala BPS Pringsewu Toga Hamonangan S.Si, MM, serta Sekretaris Bapppeda Pringsewu Eko Sumarmi.
Mengingat betapa pentingnya data yang dibutuhkan untuk pembangunan sektor-sektor non-pertanian tersebut yang merupakan sektor paling besar peranannyadi Kabupaten Pringsewu, tentu sangat diharapkan data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2016 nanti merupakan data yang benar, baik dari sisi cakupan dan keakurasian informasinya.
Menurut bupati, pada kegiatan Sensus Ekonomi 2016 nanti pemerintah ingin mengetahui bagaimana gambaran dan potensi ekonomi yang ada di Indonesia. Dari Sensus Ekonomi ini, diharapkan dapat diperoleh data yang akurat mengenai banyaknya usaha ekonomibaik perorangan maupun perusahaan yang berbadan hukum.
“Melalui Sensus Ekonomi 2016, juga diharapkan bisa diperoleh berbagai karakteristik lainnya mengenai berbagai jenis usaha yang ada di Kabupaten Pringsewu, sehingga bisa disusun suatu perencanaan dan langkah-langkah pembinaan yang tepat sesuai dengan pola kegiatan ekonomi dan perkembangan usaha yang ada di Kabupaten Pringsewu,” katanya. (Sahirun/JJ)









