Harianpilar.com, Lampung Selatan – Acara Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan merugikan para pengguna jalan. Pasalnya, hampir seluruh badan jalan, di Jalan Mustafa Kemal areal perkantoran Pemkab, ditutup, hanya untuk kegiatan seremonial.
Akibatnya tidak hanya warga yang kesal, juga termasuk para pegawai di sekretariatan Pemda Lamsel, yang tak dapat melintasi jalan tersebut, dan terpaksa harus mengambil jalur memutar. Ironisnya, hal ini bukan baru kali pertama terjadi. Pekan lalu hal yang sama juga terjadi, dan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Selatan melakukan hal serupa atas nama kegiatan yang sama. Dan dijaga oleh puluhan anggota Satpol-PP dan dinas perhubungan Lamsel.
Rusdi (38) warga Kalianda mengaku bingung dengan kegiatan tersebut. Dia mempertanyakan, kenapa acara yang sedemikian ramai malah memanfaatkan jalan umum, yang akhirnya merugikan seluruh pengguna jalan. “Lapangan-kan banyak, gedung-gedung untuk acara banyak, kenapa harus menggunakan fasilitas umum. Kami ini ikut bayar pajak loh, kenapa harus kami yang dirugikan dengan acara itu,” kata dia dengan nada kesal saat ditemui di depan kantor Inspektorat Lampung Selatan,” Rabu (2/12/2015).
Hal senada juga disampaikan oleh Udin (37). Bahkan dirinya mengaku sempat hampir menabrak salah satu tiang tenda yang memang sudah terpasang sejak, Selasa (1/12/2015) siang oleh pihak penyelenggara. “Apa-apaan acara itu. Cobalah jangan memanfaatkan fasilitas milik umum. Semalam saya hampir saja menabrak tiang tenda, karena nyaris nggak keliatan sama sekali kalau ada tenda,” kata dia.
Terpisah, salah seorang pegawai di Pemkab setempat juga mengaku kesal dengan kegiatan tersebut. Selain menutup jalan, suara bising yang berasal dari orgen tunggal untuk meramaikan kegiatan itu menggangu konsentrasi kerja. “Bingung kita, ini-kan masih jam bekerja malah dangdut-dangdutan, cobalah nggak usah aneh-aneh. Apalagi kegiatan ini sudah dua kali digelar. Kenapa nggak nyewa gedung atau lapangan gitu,” kata pegawai di Diskomifo yang tidak mau menyebutkan namanya (saiful/joe)









