oleh

Pengguna Jalan Khawatirkan Jembatan Tegineneng

Harianpilar.com, Pesawaran – Para pengguna Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinsum) terutama para awak truk mengeluhkan buruknya perbaikan Jembatan Tegineneng, melintasi Way Sekampung, Pesawaran. Pasalnya, Sebab, baru selesai dan dioperasikan awal September 2015 lalu, aspal pelapis antarbase sudah rontok. Ada kekhawatiran jembatan akan ambrol.

Kondisi itu, kini membuat para pengendara termasuk pengendara sepeda motor, pengemudi mobil pun harus berjalan lambat dan hati-hati agar tidak mengalami hentakan saat melintasi antarbase jembatan. Kerusakan paling parah terutama terdapat di jembatan sebelah barat, tepatnya di yang sisi selatan. “Jembatan Terbanggi Besar dan Way Pengubuan itu juga amblas gara-gara begituan Mas. Karena tidak diperbaiki atau diperbaiki asal-asalan, truk yang penuh muatan akibatnya berjalan pelan dan terus menghantam lubang di jembatan itu,” ujar Simalungun, sopir lintas Sumatera asal Medan.

Supri, warga Bantul, Metro Selatan, mengaku pernah jatuh karena tidak siap saat akan menghindari lubang antarbase jembatan itu. Beruntung, para pengemudi sejumlah mobil dan sepeda motor di belakangnya mampu mengendalikan kendaraannya, sehingga tidak menabrak dirinya. Bukan hanya itu, fondasi jembatan—sekitar lima meter—di sebelah barat yang di sisi utara juga sudah amblas sekitar 25-40 cm. Kondisi ini akan semakin parah karena setiap hari kendaraan yang melintasi pasti menghentaknya pada saat menanjak di bibir jalan. “Sekarang musimnya hujan Mas. Tentu kondisi tanah akan semakin labil. Ini bahaya Mas,” ujar Patmo, sopir truk lintas Jawa-Sumatera asal Metro.

Patmo mengaku sangat was was, dia khawatir jika jembatan Way Pengubuan belum jadi dan disusul kerusakan jembatan Way Tulangbawang yang dioperasikan 1985 itu itu. “Sekarang saja saya dan kawan-kawan sudah rugi karena untuk ke Palembang harus mutar lewat Metro.” Katanya.

Sejumlah awak truk juga mempertanyakan kuantitas dan kualitas perbaikan yang sempat memakan waktu berbulan-bulan dan menimbulkan antrean hingga empat kilometer itu. Pasalnya, tidak tampak adanya perubahan berarti, sebaliknya lebih terkesan sekadar dipoles.

Karena itu, mereka mengharapkan pemerintah daerah dapat segera mengantisipasi kemungkinan amblasnya jembatan Way Sekampung di Tegineneng, khususnya yang di sebelah Barat. Jika tidak, mereka khawatir nasib jembatan ini akan sama dengan Terbanggibesar dan Way Pengubuan, bahkan bisa jadi menelan korban. (nt/lp/joe)