oleh

Banyak Ilegal, Teliti Memilih Trevel Umroh

Harianpilar.com, Bandarlampung – Masyarakat harus lebih barhati-hati dalam menggunakan jasa trevel wisata rohani (umroh). Pasalnya, saat ini di Provinsi Lampung marak trevel umroh tidak berijin (Ilegal).

“Lampung sendiri sudah ada trevel umroh yang telah memiliki izin, di antaranya tiga dari Bandarlampung dan satu dari Metro,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Lampung Moh. Bahruddin, Jumat (27/11/2015)

Diungkapkan Moh. Bahruddin, untuk izin penanganan trevel umroh, belum dilaksanakan di tingkat Provinsi. Namun izin tersebut sudah ada di pusat.

Jika ada pelanggaran trevel umroh yang memang ilegal, tentunya akan ditindak lanjuti sesuai ketetapan hukum yang berlaku.

“Harapan kita pemerintah bisa menanggapi hal ini dengan serius dan bisa menutup rongga-rongga/celah trevel gelap yang masuk,” terangnya.

Bahrudin juga meminta pada masyarakat yang ingin berpergian umroh, untuk lebih cermat dalam memilih trevel umroh, dan pastikan telah memiliki surat izin agar terhindar dari tindak penipuan.

“Trevel yang tidak memiliki izin ini, akan merugikan bagi para penumpang terlebih bagi yang akan melakukan ibadah, demi memenuhi panggilan Allah SWT,” katanya.

Dalam UU No. 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji/Umroh ditegaskan, bahwa penyelenggara haji yang bisa memberangkatkan jemaah adalah travel yang mendapatkan izin dari Kementerian Agama (Kemenag).

Sebab itu, travel yang beroperasi di luar izin tersebut adalah ilegal alias melanggar hukum. Namun kenyataan di lapangan, masih banyak­perusahaan travel haji dan umroh yang beroperasi, kendati tidak mengantongi izin resmi dari Kemenag.

Kondisi tersebut sering terjadi di wilayah Jawa Barat, melainkan pula hampir di semua provinsi di Tanah Air. Karena masyarakat yang berniat berangkat ke Tanah Suci, harus berhati-hati terhadap travel umrah ilegal.

Sesuai izin dari Menteri pada pasal 39 penyelenggara ibadah haji khusus sebagaimana dimaksud dalam pasal 38, yang akan diberi izin oleh menteri, wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut, terdaftar sebagai penyelenggara perjalanan umrah, memiliki kemampuan teknis dan finansial untuk menyelenggarakan ibadah haji khusus, dan memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas ibadah haji. (Fitri/JJ)