oleh

Byar Pet, Elektronik Warga Rusak

Harianpilar.com, Lampung Selatan – Pelanggan PLN khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Selatan kecewa dengan pelayanan Perum Listrik Negera (PLN), pasalnya listrik sering mati yang mengakibatkan barang-barang elektronik milik mereka banyak yang rusak.

Menurut Suhanto (40) Warga Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, dengan sering matinya listrik yang dalam satu hari bisa dua hingga tiga kali mengakibatkan barang-barang elektronik miliknya seperti TV rusak.

“Bagaimana tidak rusak mas, kita lagi nonton TV tiba-tiba listrik mati, hidupnya juga tiba-tiba dengan tegangan yang tinggi, sehingga TV terbakar,” katanya dengan nada kecewa, Rabu (25/11/2015).

Hal yang sama juga dikeluhkan Ibu Sri (35) warga Kalianda Lampung Selatan, ia mengatakan, pemadaman bergilir listrik yang berjam-jam bahkan sampai 4 jam sangat merugikan konsumen, selain barang-barang elektronik banyak yang rusak, juga ikan yang dipelihara di dalam akuarium banyak yang mati, karena kalau listrik mati mesin oksigen di akuarium tidak jalan, yang mengakibatnya ikan hias yang harganya mahal akan mati karena tidak mempunyai oksigen.
“Akibat sering padamnya listrik ini membuat semua pelanggan PLN rugi,” katanya.

Dia juga menambahkan, kalau memang kekurangan daya kenapa PLN masih memasang aliran lisrik ke rumah-rumah konsumen yang baru. “Hentikan dulu dong memasang aliran listrik dari rumah ke rumah konsumen yang baru, layani dulu  konsumen yang sudah ada sekarang sehingga konsumen tidak dirugikan, baru setelah ada penambahan daya pemasangan aliran listrik ke konsumen yang baru dilayani,” tambah Sri.

“Pihak PLN mengeluh kekurangan daya, tapi kenapa pemasangan kekonsumen yang baru terus dilayani. Yang saya heran, kenapa PLN tau pihaknya kekurangan daya tapi masih melayani konsumen yang baru, hentikan dulu untuk sementara sebelum ada penambahan daya,” tambah Nurdin warga Kecamatan Palas tersebut.

Sementara itu dari hasil pantauan Harian Pilar dibeberapa tempat usaha Warnet dan foto copy terkait pemadaman Listrik tersebut terlihat sepi pengunjung. Menurut Edy salah seorang pengelola warung internet yang ada di Kalianda mengatakan, hampir semua pengelola warnet sepi pengunjung akibat sering mati lampu. “Bukannya kami mas yang sepi hampir seluruh warnet dan foto copy merugi akibat sering padamnya listrik ini,” katanya.

Dia juga menambahkan, sudah lebih 2 bulan ini kondisi listrik diwilayahnya selalu padam secara tiba-tiba tanpa adanya pemberi tahuan dari pihak PLN, dirinya juga berharapa kepada pihak terkait agar dapat segera mengatasi defisit listrik tersebut.

“Kalau kami berharap agar pihak PLN khususnya dan Pemerintah agar cepat mengatasi masalah ini, sehingga hal ini tidak akan berlarut-larut, karena bukanya hanya kami sepi penggunjung tetapi alat-alat komputer kami banyak yang rusak,” tambahnya. (Saipul/juanda)