Harianpilar.com, Way Kanan – Hujan lebat yang mengguyur Blambangan Umpu dan sekitarnya sebelumnya tidak menghalangi antusiasme pendukung paslon masing masing kandidat untuk tetap mengikuti acara debat kandidat pemilihan Bupati dan wakil Bupati waykanan tahun 2015 yang digelar KPU Way Kanan, di Gedung Serbaguna, Kamis (19/11/2015).
Debat terakhir yang dilaksanakan Pukul 10.00 WIB menghadirkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dengan moderator Dr. Budiono, SH.MH (Akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung), dengan tema kontribusi daerah dalam memperkokoh NKRI dan Kebangsaan Indonesia yang demokratis dan berlandaskan Negara Hukum.
Kegiatan Debat Publik atau Debat Terbuka dilaksanakan dengan durasi 90 menit yang terdiri atas 4 (empat) segmen (babak) yaitu Penyampaian visi, misi, dan program, Penajaman visi, misi, dan program Pasangan Calon (Pasangan Calon menjawab pertanyaan moderator), Tanya Jawab antar Pasangan Calon dan Closing statement.
Dalam penyampaian visi misi paslon nomor urut 1 Bustami Zainudin selaku petahana lebih banyak menyoroti keberhasilan beberapa program selama pemerintahan dalam bidang listrik, kesehatan, pendidikan dan peningkatan potensi sumber daya manusia. “Sebagai manusia biasa saya akui ada beberapa program yang belum maksimal karena tak sebanding antara waktu menjabat dan banyaknya program yang harus diselesaikan,” kata Bustami.
Sementara paslon nomor urut 2 Raden Adipati Surya lebih banyak menyoroti persoalan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hengkang keluar daerah, serta persoalan seragam anak sekolah yang dinilai terlalu banyak. “Sampai saat ini sudah hampir 400 asn yang hengkang dari way kanan dengan berbagai alasan.” Kata Adipati.
Dijelaskan Adipati jumlah seragam wajib bagi siswa siswi di waykanan sangat banyak padahal dikabupaten lain jumlah seragam wajib anak sekolah hanya 3 pasang. “Kondisi ini tentu memberatkan bagi orang tua siswa kurang mampu.” Tegas Adipati.
Menanggapi keberhasilan yang dikemukakan pasangan calon nomor urut 1, Adipati mengakui keberhasilan tersebut, namun keberhasilan tersebut bukan semata mata karena Bustami sendiri namun karena dukungan seluruh elemen masyarakat. “Keberhasilan progam seperti listrik atau malam terang benderang bukan karena Bustami sendiri tapi juga karena dukungan pemerintah propinsi Lampung dan pusat. ” jelas Adipati.
Bustami saat menjawab persoalan Asn yang hengkang diluar waykanan diakui bahwa sebagai bupati dahulu dirinya terikat pada aturan yang berlaku maka usulan.pindah terpaksa di acc.
“Jika seorang pns mengajukan usul pindah karena ikut suami yang pns juga maka hal itu tak bisa kita halangi,” Kata Bustami. (ans/joe)








