Harianpilar.com, Pringsewu – Kepala inspektorat kabupaten pringsewu. Malian Ayub,SE didampingi inspektur bagian (Irban) 2 Heriyadi Indera akan mempelajari serta akan melakukan pemanggilan terhadap kepala pekon Suka Wangi Syamsudin, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan penyaluran dana ADP, dan ADD.
“Jika pemalsuan tanda tangan merupakan tindak pidana tentu jelas pasalnya, akan tetapi jika menyalah gunakan wewenang dalam anggaran berupa ADP dan ADD bahkan ditapsir merugikan uang Negara, pihak insfektoran akan lakukan pemeriksaan dan apabila ditemukan penyimpangan dalam pengunaan anggaran ADP maupun ADD kami memerintahkan kepala pekon tersebut mengembalikan kerugian negara,” ujar inspektur pada Rabu (18/11/2015).
Seperti dalam pemberitaan di beberapa media diduga Samsudin, Kapekon Sukawangi Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang diduga memalsukan tanda tangan Sofyan AD (50) ketua BHP pekon setempat selama tiga tahun. Terhitung dari tahun 2013 hingga 2015.
Perbuatan tersebut dilakukan untuk memudahkan pencairan dana pelaksanaan kegiatan bantuan anggaran dana pekon (ADP). Sofyan mengatakan selama tiga tahun pelaksanaan kegiatan (ADP) dan (ADD) saya selaku Ketua BHP tidak pernah tanda tangan padahal menurut UU.nomor:32 Tahun.2006 tentang kinerja ketua BHP harus Jelas dan mengetahui segala sesuatu tentang pekon
Lebih lanjut menurut Sofian saya sudah ada bukti jika tanda tangan saya dipalsukan Kepala Pekon, hal ini akan saya laporkan dengan pihak yang berwajib dan Insfektorat. selaku ketua BHP saya merasa sudah dizolimi kepala pekon selama beberapa tahun ini papar Sofian.
Sementara Syamsudin Kepala Pekon Sukawangi membantah tuduhan tersebut, dia mengaku tidak merasa memalsukan tanda tangan Ketua BHP karena yang bertanda tangan setiap tahun ada bantuan ADP adalah Wakil Ketua BHP Rusli jelasnya. “Terkait bantuan ADP tahun 2013 dia mengaku telah dibagunkan sebuah Tugu gapura yang masih bata merah dan rencananya akan dipasang atap tahun ini,” adapun ADP tahun 2014 dan 2015 untuk membuat jalan berupa paping blok sepanjang 80meter,” jelasnya
Menurutnya, bantuan ADP Tahun 2013 digunakan untuk membangun gapura sedangkan atapnya belum dipasang sejak 2013, dan baru akan dipasang tahun ini. “Rencananya, gapura tersebut menghabiskan dana sekitar Rp.17juta, sementara tahun 2014 dan 2015 kita bangunkan jalan paping blok sepanjang 80meter,” kata dia. (sahirun/joe)









