Harianpilar.com, Tanggamus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menyatakan, ada sembilan kecamatan yang ada di Bumi Begawi Jejama ini, masuk dalam katagori rawan bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala BPBD Tanggamus Burdani, SH mengatakan, ke sembilan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Airnaningan, Ulubelu, Kota Agung Timur, Kota Agung, Kota Agung Barat, Wonosobo, Bandar Negeri Semuong (BNS), Semaka dan Pamatangsawa. Kecamatan tersebut memang bisa di bilang daerah langganan bencana banjir disetiap musim penghujan tiba.
“Sekarang ini kan sudah masuk dalam musim penghujan. Jadi kami memang sudah dari kemarin menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspadai banjir bandang yang terjadi dan secepat mungkin menghubungi posko siaga bencana yang sudah kita siapkan selama 24 jam, dengan anggota piket empat orang dengan sistem bergantian,” jelas Burdani, Rabu (11/11/2015).
Posko siaga bencana selalu siap 24 jam untuk menerima informasi dari masyarakat yang tengah mengalami musibah bencana alam. Dengan memberikan informasi melalui line telpon di 0722 21010. Maka setelah menerima informasi tersebut, anggota tanggap bencana BPBD Tanggamus akan segera turun ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi masyarakat yang terkena musibah.
“Karena memang kan saat ini sudah masuk musim penghujan. Memang di beberapa bagian wilayah Lampung, hujan belum terlalu intens. Tapi untuk Tanggamus, hujan dengan intensitas sedang dan besar sudah mengguyur disetiap malam hari,” jelasnya.
Mantan Sekwan Tanggamus itu juga menegaskan, pihaknya juga kerap kali memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Terutama pemukiman warga yang memiliki aliran sungai atau irigasi, karena sampah yang dibuang ke pinggir sungai dan irigasi secara brutal. Dapat mengakibatkan penyumbatan pada aliran sungai. Dan berujung pada bencana banjir.
“Musibah banjir bisa sedini mungkin kita tanggulangi dengan merubah pola pikir hidup yang bersih. Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dan disini juga kita perlu peranan penting dari masyarakat untuk senantiasa melaporkan segala bentuk bencana yang terjadi di wilayahnya. Karena Tanggamus ini luas, nah masyarakatlah perpanjangan penglihatan kami dalam memonitoring bencana,” tukasnya. (Imron/Juanda)









