oleh

Azwar Yazid Kritik Masterplan Jaringan Transportasi

Harianpilar.com, Lampung Utara – Dalam menyusun masterplan (rencana induk) jaringan transportasi, harus tergambar mengenai rencana pengembangan jaringan jalan, jaringan simpul, serta jaringan trayek dan rencana jaringan angkutan jalan.

Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Azwar Yazid, saat mengikuti rapat penyusunan masterplan jaringan transportasi Lampura, yang dimotori Dinas Perhubungan setempat, Kamis (29/10/2015). “Agar nantinya tidak lagi overlapping (tumpang tindih) antara angkutan barang dengan angkutan orang di suatu jalan. Karena, jika itu terjadi maka akan menimbulkan kemacetan yg sangat parah,”tegasnya.

Dihadapan para konsultan Azwar menjelaskan jika dalam penyusunan itu, perlu juga adanya rencana pngembangan infrstruktur, penanganan simpang-simpang kritis, serta rencana transfer angkutan barang dan umum. Tak hanya itu, di masterplan itu nanti, setidaknya ada data mengenai pertumbuhan lalu lintas di Lampura, dan pertumbuhan Lampura di daerah interlen. Selain rencana peningkatan kualitas angkutan umum, lanjutny, juga sangat diperlukan dan diperhatikan tentang peningkatan kemampuan organisasi dan manajemen. “Saya hanya mengingatkan, dalam penyusuanan masterplan, dianalisa juga potensi yang dimiliki Kabupaten ini. Lalu dicari kelemahan dan kekuatan yang ada serta peluang apa yang bisa dimanfaatkan. Karena jaringan transportasi sangat mendukung perkembangan kabupaten itu sendiri,” kata Azwar.

Dalam kesempatan itu juga, mantan Asisten II ini meminta agar para konsultan dapat menentukan mengenai tata letak rencana terminal tipe C, terminal angkutan kota, serta sub terminal kecamatan, serta penetapan stasiun barang, mengingat saat ini potensi Lampura yang saat ini memiliki 6 stasiun. Lebih jauh Azwar menjabarkan, tujuan penyusunan masterplan, salah satunya peningkatan kesjahteraan rakyat dengan cara mengurangi beban pengeluaran, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. “Sasaran yang hendak dicapai yakni bagaimana meningkatkan kelancaran mobilitas barang dan jasa. Dan masterplan ini nantinya akan menjadi acuan Dinas PU untuk peningkatan kapasitas dan kekuatan jalan. Dan yang jelas, prinsipnya dokumen ini dibuat harus benar-benar diterapkan,” terangnya.

Menanggapi hal itu, Dwi selaku perwakilan konsultan mengapresiasi semua masukan yang dijabarkan oleh kepala Bappeda.”Kami nanti akan selalu berkoordinasi dengan Bappeda dalam penyusunan masterplan ini,” kata Dwi. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Isya Sulharis menjelaskan tujuan pembuatan masterplan untuk melencarkan lalu lintas di Lampura, mengingat saat ini kondisinya kurang baik.”Kedepan dengan penataan ini diharapkan agar lebih baik,” katanya. (iswant /yoan/joe)