Harianpilar.com, Mesuji – Warga Mesuji keluhkan kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang kerap melakukan pemadaman listrik secara bergilir. Selain mengakibatkan peralatan elektronik rusak, harga foto kopi menjadi tinggi. Namun, lagi lagi PLN berdalih karena kondisi alam yang musim kemarau, kabut asap, hingga kerusakan, dan biaya operasional yang membengkak.
Muslim, warga Brabasan, mengatakan, seringnya pemadaman listrik oleh PLN tetunya sagat berdampak. Selain, aktivitas terganggu harga untuk foto kopi juga ikut naik. Karena, pengusaha foto kopi mengunakan diesel dan jenset sebagai penganti listrik untuk menjalankan usahanya. “Pemadaman listrik mengganggu berbagai aktivitas. Bahkan harga untuk foto kopi juga ikut naik karena pengusaha mengunakan diesel. Warga Mesuji kesal dengan pemadaman listrik ini,” kata Muslim.
Hal senada dikatakan, warga lainnya. Menurut Supri, pemadaman listrik ini tidak sesuai dengan dengan janji PLN, dan informasi yang disampaikan PLN. “Setiap hari di Mesuji mati lampu. Bila bergilir tidak setiap hari pemadaman. Tapi kita tidak bisa berbuat banyak, kita harapkan PLN dapat segera mengakhiri pemadaman listrik ini,” kata Supri.
Suvervisor K2&K3 mewakili Manager Umum Slamet, mengatakan, pemadaman Listrik yang di lakukan secara bergilir dengan berbagai alasan. Mulai dari Musim Kemarau yang panjang mengakibatkan Air sebagai suply pembangkit kering, saringan dari jaringan tata Surya yang menangkap sinar matahari juga mengalami kerusakan akibat Kabut Asap. “Musim Kemarau saja belum berakhir, air-air sebagai sumber pembangkit Listrik mulai berkurang. Belum lagi Panel-panel yang menampung sinar matahari rusak akibat dari Kabut asap yang belakangan ini sedang hangat jadi perbincangan. Makanya Pihak kami melakukan pemadaman secara bergilir di beberapa wilayah,” dalih Selamet.
Menurut Selamet, akibat itu biaya operasional PLN mengalami pembengkakan, maka PLN melakukan pemadaman secara bergilir dibeberapa Daerah. Hal itu di lakukan untuk memperkecil Biaya Operasional PLN. “Kami harap warga dapat mengerti kenapa kami lakukan pemadaman secara Bergilir. Akibat dari semuanya kita mengalami pembengkan Biaya Operasional. Jadi kita terpaksa melakukan pemadaman secara bergili dibeberapa tempat dengan tujuan agar tidak membengkaknya biaya Operasional kita,” tukasnya. (sandri/joe)









