Harianpilar.com, Pringsewu – Sejumlah tenaga medis mulai dari perawat hingga dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu ‘Geram’. Pasalnya, gaji selama satu tahun ini diduga dipotong oleh pengelola keuangan RSUD Pringsewu. “Gaji jasa medis (remenurasi) di RSUD setempat selama ini tidak dibayarkan utuh, sementara gaji menejemen sampai puluhan juta, terang saja hal ini menjadi pertanyaan di kalangan para medis,” ungkap salah seorang pegawai RSUD Pringsewu, yang namanya minta dirahasiakan, Rabu (28/10/2015).
Menurut Sumber, sudah sejak setahun lebih ini gaji jasa medis RSUD Pringsewu pembayarannya tidak sesuai dengan sebenarnya, diduga diutak-atik oleh Kabid Keperawatan Selamet Kuntoro. Namun selama ini para medis di RSUD tidak bisa berbuat apa-apa, diduga setiap bulannya ratusan juta jasa medis diduga digelapkan Selamet Kuntoro.
Bahkan, jelas Sumber, jika RSUD Pringsewu saat ini tidak ada komite keperawatan tentu saja hal ini agar gak ada wadah untuk ngadu bagi perawat, padahal komite keperawatan dan jasa medis sudah dibentuk tapi tidak disyahkan. “Nah jelaskan hal ini tujuannya agar sulit bagi para medis mengkritik mereka karena tidak komite keperawatan tidak tempat mengadu bagi para medis,” kata dia.
Sementara Plt.Direktur RSUD Pringsewu Dr.Ulinnoha dan Kabid Keperawatan Selamet Kuntoro saat ditemui RSUD Pringsewu, Senin (26/10/2015) lalu mengatakan, saat ini mereka sedang membuat Perbup untuk pembagian jasa medis ini, karena ada perubahan pembayaran jasa medis.
Menurutnya, upaya yang dilakukan para jasa medis minta naik dari pembayaran sebelumnya, namun sebelum dilakukan pembayaran seperti harapan, jasa medis sudah ribut, upaya akan naik untuk dr spesialis minta 18 persen dari klaim. “Sementara Perawat naik 10persen, artinya dari 10 persen awalnya menjadi 20persen, artinya ningkat dua kali lipat,” terang Dr.Ulinnoha.
Dikatakannya, jika Ketua komite keperawatan selama ini belum terbentuk jadi memang tidak ada komite keperawatan.
Secara tegas dr.Ulinnoha dan Selamet Kuntoro mengelak jika selama ini tidak ada pemotongan dana jasa medis. “Namun sudah ribut karena mereka minta naik namun karena disebabkan karena imcome pemasukan RSUD menurun pada bulan ini. Maka penghasilan mereka juga menurun,” jelasnya. (Sahirun/Juanda)









