Harianpilar.com, Lampung Selatan – Sering terjadinya pemadaman bergilir aliran listrik dibeberapa wilayah yang ada di Kabupaten Lampung Selatan khususnya Kalianda tanpa adanya pemberitahuan dan jadwal membuat para pelanggan khususnya para pengusaha warnet dan pengrajin kayu merugi bahkan ada alat-alat yang menjadi rusak akibat sering biarpet.
Menurut salah seorang pengusaha warung internet yang ada di kota Kalianda Edy mengatakan, sering padamnya aliran listrik pada beberapa minggu terakhir ini membuat omsetnya menurun drastis hingga 50% lebih. Bahkan boleh dikatakan pemadaman tersebut hampir setiap hari terjadi. “Saya binggung mas dengan kondisi seperti ini, tidak hanya omset saya yang tutun bahkan ada beberapa komputer yang menjadi korbannya,” katanya Senin (26/10/2015).
Dia juga menambahkan, kondisi sering padamnya aliran listrik yang terjadi dalam beberapa minggu terkhir ini diperparah tanpa adany pemberitahuan ata jadwalnya, bisa dipastikan setiap hari listrik mati dan jamnya juga tidak menentu. “Kadang pagi hari mati terus kadang juga siang dan sore hari, kalaupun ada pemadaman seharusnya pihak PLN Rayon Kalianda memberitahu setidaknya memakai jadwal sehingga kami uang buka warnet tidak menjadi korbannya,” tambahnya.
Sementara itu menurut Kholili salah seoarang pengusaha pengrajin kayu (panglong) mengatakan, dirinya juga menjadi korban akibat pemadaman listrik tersebut, bahkan banyak pekerjaan yang seharusnya dikerjakan hanya dengan 2 hari bisa mencapai 4 hari. “Waktunya terbuang dengan sia-sia, karena saya bekerja selalu mengunakan aliran listri, untuk membuat daun pintu seharusnya 2 hari selesai kini bisa 4-5 hari baru selesai,” katanya.
Kholili juga melanjutkan, seharusnya pemerintah Daerah dalam hal ini kabupaten Lampung selatan harus dapat pembantu menyelesaikan masalah ini, jangan sampai kami yang akan turun untuk menggelar aksi injuk rasa,” katanya.
Sementara itu Kasie Tekhnik PLN Rayon Kalianda Adian mengatakan, sering terjadinya pemadaman bergilir tersebut karena dampak dari musim kemarau yang cukup panjang, yang mengakibatkan debit air yang ada di PLTA Way Besay mengurang bahkan airnya sudah tidak ada lagi, bahkan untuk PLTU Tarahan saat ini sedang berhenti beroprasi. “Terkait jadwal pemadaman itu seluruhnya dari bandarlampung, bukan rayon kalianda yang menganturnya” katanya senin (26/10/2015) saat dihubungi melalui telpon selulernya. Dia juga menambahkan, kondisi pemadaman bergilir ini belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. “Kapan akan berakhir kami belum dapat informasi karena masih musim kemarau,” katanya (Saiful/joe)









