oleh

Penutupan HUT Lambar Meriah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Rangkaian Festival Skala Berak ke II, serta acara himpunan adat Paksi Pak Sekala Brak, yang digelar dalam rangka penutupan peringatan HUT Lampung Barat (Lambar) ke 24 berlangsung semarak.

Kegiatan acara yang dipusatkan di Lamban Dalom, Ruang Margasina, Sabtu (10/10/2015) dengan mengusung adat Sai Batin ini, dihadiri sejumlah tokoh terbaik Lampung. Sebut saja mulai dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Komisi Yudisial RI Suparman Marzuki, Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Wagub Bakhtiar Basri, serta tuan rumah Bupati Lambar Mukhlis Basri juga Kapolda Lampung Edwarsya Pernong yang juga merupakan Raja Kerajaan Sekala Brak, juga tokoh berpengaruh lainnya.

Tamu undangan kerjaan dari kerajaan lain datang disambut dengan penyambutan adat, beriringan kemudian gubernur dan wakil gubernur Lampung, lalu ketua MPR Zulkifli Hasan. Mereka disambut Khakot dan penyambutan adat Saibatin yang diselipkan Ringget Pepadun.

Lalu pembukaan acara diawali ditandai dengan dibukanya pedang Alip dari sarungnya. Dahulu pedang tersebut adalah milik Sutan Pangeran Alip Jaya. Sutan Alip adalah salah satu Sutan kenamaan di Kerajaan Sekala Berak yang pernah mentandatangani perjanjian untuk tidak saling menyerang dengan para tentara Inggris.

Dengan dibukanya pedang Alip maka acara himpun adat Kepaksian Pak Skala Brak dimulai.  Kemudian acara diawali dengan pemberian lencana penghargaan kepada ketua MPR-RI, Ketua KY Lampung, Wakapolda Lampung, dan Ketua DPRD Lampung.

Lencana penghargaan tersebut menandakan bahwa tokoh-tokoh tersebut merupakan kerabat anggota Kerajaan Skala Berak.

Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri mengawali sambutannya menyampaikan kebanggannya bahwa Lampung Barat bisa terus berkembang baik secara pemerintahan juga adat istiadat yang semakin erat.

Ia juga secara khusus menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur Lampung Ridho Ficarado, sebab di tengah kesibukannya untuk melaksanakn rapat dengan presiden RI, Ridho tetap menyempatkan hadir diacara himpun adat yang masuk dalam rangkaian HUT Lambar.

Ridho sendiri menyikapi acara adat semacam ini dengan sangat antusias, terlihat dari mulai cara Ia berpakaian yang cukup total serta mengikuti setiap prosesi adat.

Dalam sambutan Ia ungkapkan bahwa dimana bumi dipijak di sana langit dijunjung, sehingga setiap masyarkat yang telah menetap dan besar di tanah Lampung Ia harap ikut menjunjung dan mendukung jalannya pemerintahan di Lampung.

“Apapun asal usul sukunya, ketika kita menetap dan telah dibesarkan di tanah Lampung sudah sepatutnya kita ikut menjunjung budaya Provinsi Lampung serta ikut mendukung jalannya pembangunan di Lampung,” himbau Ridho.

Edawar Syah Pernong pada gilirannya juga menyampaikan kebanggaannya karena pada HUT Lambar dan Festival Skala Brak ini dihadiri banyak tokoh dan sosok Lampung.

“Nikmat yang luar biasa, karena bukan hanya dihadiri dari tokoh adat saja namun juga dari para tokoh Lampung lainnya. Mulai dari pak bupati, gubernur, ketua KY, hingga ketua MPR-RI yang semuanya memiliki darah Lampung.” ujar Edward Syah.

Bagi Edward Syah Adat dan budaya adalah penguatan NKRI karna mewakili simbol-simbol dan kebanggaan masyarakat di Nusantara.

Ia juga menyampaikan bahwa sekitar 700 ribu masyarkat PSMTI mendukung jalannya pembangunan Provinsi Lampung yang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung saat ini.

Acara kemudian dilanjutkan makan bersama. Setelah acara tersebut juga diadakan peletakan batu pertama pembangunan GOR Skala Brak.

Acara cukup meriah, selain ada lomba panjat pinang Sekura juga ada Pawai Budaya di depan Kantor Pemkab Lambar, disaksikan ribuan masyarkat Lambar. (ADV)