oleh

Mesuji Minim Guru PNS, dan Bidang Studi

Harianpilar.com, Mesuji – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji nampaknya harus kerja keras dalam menyediakan tenaga didik. Pasalnya, hampir seluruh sekolah baik SD, SMP dan SMA mengalami kekurangan guru, baik guru PNS maupun guru bidang stadi. Hal ini seperti terjadi di SMPN1 Tanjungraya, Mesuji.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN1 Tanjungraya, Mesuji Suparno S.Pd, mengatakan, kekurangan guru baik bidang stadi, maupun guru PNS memang hampir rata-rata dialami seluruh sekolah di Kabupaten Mesuji termasuk di SMPN1 Tanjungraya, ini. Tetapi, meskipun kekurangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan sesuai harapan. “Memang, bila guru hampir terjadi diseluruh sekolah termasuk disekolah kita. Untuk SMP kita juga masih membutuhkan dua guru bidang stadi Bahasa Lampung dan Penjaskes. Yang ada hanyalah guru honore saja,” jelasnya.

Dipaparkan Suparno, tenaga didik di SMPN ini jumlah seluruhnya sebanyak 32 guru, terdiri dari 2 guru CPNS, dan. 3 guru honore. Memang, secara kasat mata guru di smp ini cukup. Tetapi, faktanya kita sampai saat ini belum memiliki guru Pejaskes dan guru bahasa lampung yang berstatus PNS. “Guru Bahasa Lampung dan Guru Penjaskes / guru olah raga ini masih berstatus honore. karena, idelanya, dua bidang stadi ini harus memiliki dua guru dimasing-masing pelajaran baik bahasa lampung maupun penjaskes. Sebab, dalam satu minggu ini harus mengajar 18 kelas. Artinya, setiap satu guru dapat mengajar 18 jam. Tetapi faktanya saat ini satu guru harus mengajar 36 jam dan ini hanya dilakukan oleh guru honore,” paparnya.

Takhanya itu, kata Suparno, bahwa selain kuruangnya tenaga didik pihaknya juga kerap mendatangkan tenaga didik dari luar. Karena, guru honor/atau yang membidangi stadi tersebut belum memahami sepenuhnya sehingga terpaksa harus mendatangkan dari luar. “Untuk mengajar seni atau kegiatan ekscool lainnya kita juga kerap mendatangkan guru dari luar. Tetapi ini hanya berlaku saat diluar Kegiatan Belajar Mengajar. Seperti contoh kecilnya untuk melatih dramben, seni tari. Seni tari lampung dan kegiatan lainnya. Bila memang sudah memadai tentunya kita tidak mendatangkan guru dari luar,” katanya.

Karena itu, lanjut Suparno, kedepan kita harapkan agar sekolah ini mendapatkan tambahan dua guru dibidang stadi baik itu, Penjaskes maupun guru bahasa lampung. “Kita harapkan dua guru dibidang stadi ini dapat terpenuhi sehingga saat KBM dapat lebih optimal lagi, meskipun kegiatan KBM saat ini telah berjalan sesuai dengan harapan,”tukasnya. (sandri/joe)