oleh

Jalan Lintas Sumatera Bagian Barat Jalur Pekon Sedayu Dan Kuyung Arang, Kerap ‘Makan’ Korban

Harianpilar.com, Tanggamus – Tikungan letter “S” Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Sedayu, Kabupaten Tanggamus rawat kecelakaan. Tidak sedikit memakan korban jiwa akibat pengemudi kendaraan yang mengalami kecelakaan di jalur lintas tersebut.  Msyarakat berharap Pemerintah segera memperlebar ruas jalan, dan pemasanagn rambu di jalur yang dikenal dengan tikungan maut tersebut.

Budi, didampingi rekannta, Yanto, warga Pekon Sedayu mengatakan, bahwa selama ini tikungan “S” Sedayu itu sudah terkenal dengan sebutan tikungan maut, dan menjadi momok pengemudi yang melintas. Mereka harus ekstra hati hati jika melintas, pasalnya selain ruas jalan tikungan yang masih sempit, dengan kelokannya sangat tajam dan tofografi jalan berupa turunan curam apabila menuju Kota Agung, Tanggamus, dan sebaliknya berupa tanjakan. “Nah, kondisi tersebut terkadang  dua mobil berpapasan di leter S tersebut, dan kecelakaan tidak bisa di hindari, karena mobil yang dari atas yaitu dari arah Kabupaten Pesisir Barat yang menuju Kota agung melaju kencang karena jalan berupa turunan dan sebaliknya dari bawah juga kurang hati hati, terakhir kejadian kecelakaan, mobil sampai terbakar, dengan korban terpanggang” katanya, Minggu (11/10/2015).

Budi mengharapkan pemerintah daerah supaya dapat memperlebar jalan tersebut, guna meminimalisir korban  jiwa yang kerap terjadi, bahkan menurutnya, tidak hanya tikungan leter “S” saja yang sangat berbahaya, namun ada satu tikungan lagi, yaitu tikungan Kuyung Arang Sedayu juga terkenal maut. “Ya, apasalahnya di perlebar, bila memungkinkan buat dua jalur di dua tikungan maut tersebut, kan dapat meminimalisir korban jiwa, memang sih, yang namanya kecelakaan adalah takdir, tapi tentunya masyarakat akan melihat bahwa Pemerintah juga telah berbuat maksimal, jika di perlebar, dan harapan lainnya rambu-rambu juga di maksimalkan,” katanya.

Harapan serupa juga di sebutkan Aziz, salah seorang sopir expedisi, menurutnya ruas Jalinbar Sedayu-Bengkunat mencapai 3 Kilo meter(Km), memang sangat berbahaya apabila terjadi pertemuan mobil, apalagi mobil besar dari arah atas dan bawah, dan sangat rawan terjadinya Crash atau tabrakan. “Ya, harapan kami, pastinya jalan di perlebar, terutama tikungan tikungan tersebut buat dua jalur, karena Jalinbar semakin ramai saat ini dilintasi mobil, baik ekspedisi maupun pribadi, bahkan menurut saya mencapai 70 persen, dari tahun-tahun lalu, memang jalur ini sangat menghemat waktu 7 sampai 8 jam untuk tujuan Provinsi Bengkulu, dari lintas tengah, dan tentunya bisa mengirit Bahan Bakar Minyak(BBM) sampai 20 liter,” katanya.

Aziz menerangkan, memang perlu keterampilan mengemudi yang tinggi melintas jalur ini bagi mobil besar, dikarenakan kondisi Jalinbar yang sempit dan tanjakan serta turunan tajam , ditambah minimnya rambu-rambu dan juga tempat peristirahatan mobil atau rest area di sepanjang Jalinbar Tanggamus. “Ya, Saya berpesan bagi pengemudi, khususnya mobil besar, seperti truck fuso atau mobil besar lainnya, harus betul-betul mempersiapkan kondisi mobil,  juga kesehatan pengemudi harus prima,” katanya. (imron/joe).