Harianpilar.com, Tanggamus – Pemkab Tanggamus melalui Kantor Ketahanan Pangan (KKP) setempat terus berinovasi untuk menjadikan Kabupaten Tanggamus sebagai daerah berdaulat pangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk kader ketahanan pangan dari mulai tingkatan terkecil seperti dusun.
Menurut Kepala KKP Tanggamus, Suhartono, untuk menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan hingga ketingkat rumah tangga, KKP menggandeng kelompok wanita tani (KWT) sebagai kader ketahanan pangan dalam kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) dengan memaksimalkan pemanfaatan perkarangan melalui rumah pengan lestari (RPL) guna menuju pekon mandiri pangan.
“Agar kader ketahanan pangan yang telah dibentuk ini menjadi solid, kami akan menggelar kegiatan pemantapan kader pangan melalui pemanfaatan perkarangan dengan satu dusun satu produk atau one village one produk (Ovop), hari ini (Kamis 8/10) di Aula Serumpun Padi, Kecamatan Gisting, untuk peserta yang hadir sebanyak 180 orang, terdiri dari 128 orang anggota KWT, 26 gabungan kelompok tani (gapoktan) pelaksana LDPM, serta 30 poktan penerima lumbung pangan masyarakat,” ujar Suhartono, Rabu (7/10/2015).
Sementara itu Ketua TP PKK Tanggamus Hj.Dewi Handajani menambahkan jika, selain bantuan bibit, para kader akan mendapatkan pendampingan oleh tim ahli mengenai budi daya sayuran dengan memanfaatkan perkarangan rumah.
“Kegiatan rumah pangan lestari bertujuan untuk meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan perkarangan di perkotaan maupun pedesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran, tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak, serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. Dengan demikian maka diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat,” kata Dewi. (Imron/JJ)









