Harianpilar.com, Pesawaran – Dinas Kesehatan kabupaten Pesawaran mengatakan bahwa belum difungsikannya Puskesdes serta tidak maksimalnya perawat homcare dalam melaksanakan tugas, dikarenakan terbatasnya bidan desa yang ditempatkan di Kabupaten Pesawaran.
Sekretaris Dinas Kesehatan Pesawaran, Widodo, S.Sos, MM mewakili kepala Dinas kesehatan Harun Tri Djoko, M.Kes, mengakui bahwa puskedes Cimanuk belum difungsikan, dan perawat homecare tidak maksimal. Untuk jumlah bidan desa (PTT) yang ada saat ini berjumlah 127 orang. Sedangkan tenaga bidan yang mesti dibutuhkan untuk ditempatkan pada sejumlah desa diwilayah pemkab Pesawaran tidak kurang dari 144 orang tenaga bidan. “Untuk puskesdes Cimanuk memang belum dapat beroperasi seperti Puskesdes Padang Ratu Gedongtataan ataupun puskesdes Kota Agung, Tegineneng maupun puskesdes lainnya. Hal itu dikarenakan belum adanya bidan desa yang ditempatkan pada desa tersebut,” kata Widodo, diruang kerjanya.
Saat disinggung mengapa Pemda membangun gedung tanpa ada petugas kesehatan yang bakal ditempatkan?. Widodo berdalih bahwa jika pembangunan gedung kesehatan diprioritaskan pada lahan desa yang telah memiliki kejelasan status tanahnya. “Ya sengaja kita buatkan dulu bangunannya pada tanah desa yang telah mempunyai kejelasan surat menyuratnya. Cuma puskesdes cimanuk yang belum ditempati karena belum adanya bidan desa. Sedangkan
untuk sejumlah puskesdes yang lainnya sudah ko’ mas,” kata Widodo.
Untuk menanggulangi kekurangan bidan desa ini, kata Widodo, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin mengajukan pada kementerian kesehatan pusat. Dengan harapan, kebutuhan pemda Pesawaran terhadap bidan desa ditahun 2016 ini dapat terpenuhi. “Untuk tahun 2015 ini tidak ada perekrutan bidan desa. Sementara kouta bidan desa ini terbatas, sesuai dengan surat dari pusat. Ya kalo pemkab Pesawaran kuotanya dari pusat ditentukan hanya lima orang ya nggak bisa lebih dari itu. Karena untuk perekrutan bidan desa pusat yang menentukan. Sedangkan sampai saat ini, kami (Dinkes Pesawaran-red) belum menerima surat dari kemenkes terkait kebutuhan bidan desa yang bakal diajukan,” katanya.
Selanjutnya, mengenai perawat homecere yang dikontrak Dinkes Pesawaran melalui anggaran APBD kabupaten setempat, yang belum optimal dirasakan keberadaannya oleh masyarakat. Widodo mengakui hal itu, bahwa personil perawat homecere yang ditempatkan pada sejumlah puskesmas belum mampu menjangkau secara keseluruhan semua desa. “Itu dikarenakan keterbatasan personil perawat homecere yang dikontrak, sehingga tidak semua desa dapat tersentuh dan dilayani oleh petugas homecere. Petugas homcere yang ada hanya 45 orang, dan meskipun setiap puskesmas ditempatkan 5 orang petugas, tentunya tidak dapat maksimal dalam menangani serta melayani masyarakat di 144 desa” kata mantan Kapustu wiyono itu. (Fahmi/joe)









