oleh

Mesuji Jalankan Proyek 1000 Ha Cetak Sawah

Harianpilar.com, Mesuji – Pemerintah Pusat menetapkan Kabupaten Mesuji sebagai salah satu daerah swasembada panggan dari 11 Kabupaten/kota se-indonesia. Pilihan itu karena pusat menilai area kawasan pertanian masih sangat luas, dan sebagai penyumbang beras terbanyak.

Kepala Dinas Pertanian, Tanamanpangan dan Holtikultural (DPTH) Mesuji Anca Martha Utama, mengatakan, Pemerintah pusat hanya menetapkan 11 Kabupaten /kota se-indonesia sebagai daerah swasembada pangan. Ditetapkannya Kabupaten Mesuji sebagai salah satu daerah kwasan swasembada pangan karena Mesuji menjadi trening topik di Kementerian. Kabupaten Mesuji telah siap menyiapkan lahan sebanyak 1000 hektar diawal tahun bahkan ada akan ada tambahan lahan 1000 hektar lagi dan dikerjakan ditahun yang sama. “Saat ini ada sekitar 1000 hektar lahan pertanian yang masuk sebagai program cetak sawah Pusat. Dan ini langsung dikerjakan oleh TNI AD. Karena MoUnya langsung dilakukan oleh Kementerian dengan TNI AD sehingga teknis pengerjaan cetak sawah dilakukan langsung oleh TNI AD,” jelas Anca didampingi Kolonel CZi. Infantri Agoes F, dalam kunjungannya ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Mesuji, Rabu (30-9-2015).

Dikatakan Anca, program swasembada pangan ini merupakan program Presiden. Untuk menyukseskan program tersebut, telah dilaksanakan sebanyak 120 hektar. “Dari 1000 hektar cetak sawah sudah dikerjakan 120 hektar. Proses sudah berjalan selama dua minggu. Pengerjaannya oleh TNI AD sebagai pelaksana. 1000 hektar lahan cetak sawah ini tersebar di tiga Kecamatan yakni Rawa Jitu Utara, Mesuji Timur dan Kecamatan Mesuji. Tahun 2016 mesuji kembali menyiapkan lahan sebanyak 5000 hektar sebagai program cetak sawah.” Katanya.

Sementara Kolonel CZi. Infantri Agoes F, mengatakan, dilibatkannya TNI AD sebagai pengerak program-program itu atas petunjuk langsung Presiden melalui Kementerian Pertanian. “Diperluasnya daerah kawasan swasembada pangan hingga plosok karena dipulau Jawa tidak ada lahan lagi. Untuk itu, lokasinya sampai diluar pulau jawa. Yang jelas, Program Presiden ditahun 2016 Indonesia harus menjadi sebagai Negara swasembada pangan,” kata Agoes.

Menurut Agoes untuk anggaran 1000 Hektar cetak sawah ini telah disiapkan sebesar Rp16 Milyar, dan dilaksanakan oleh TNI AD.  “Negara butuh swasembada beras. Tujuan dilibatkannya TNI AD, untuk menghindari adanya mafia beras, pupuk dan mafia-mafia lainnya. Saat ini sudah 120 hektar dari 1000. Yang jelas, 1000 hektar ini kita pastikan sampai 30 desember 2015,” katanya.

Area lokasi program cetak sawah dikerjakan sampai siap tanam oleh masyarakat. Lokasi kegiatan cetak sawah baru tahun 2015, yakni di Desa Sidang Makmur, Gapoktan Sido Makmur seluas 361,83, disusul Desa Sungai Sidang, Gapoktan Jaya Sentosa, 193.17, Kecamatan Rawajitu Utara. Sementara, Kecamatan Mesuji Timur, pelaksanaanya di Desa Talang Batu (Tebing Karya Mandiri), Gapoktan Karya Bakti seluas 137.5 hektar, dan terakhir di Kecamatan Mesuji, Desa Tanjung Serayan, Gapoktan Bina Usaha, 307.5 hektar. (sandri/joe)