Harianpilar.com, Tanggamus – Camat Kelumbayan membantah kabar tentang adanya pembunuhan anak-anak lalu diambil organ dalam tubuhnya. Kabar itu menyebar ke masyarakat, terjadi di Pekon Napal, Kecamatan Kelumbayan Pusat, Tanggamus. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Tanggamus mengaku belum menerima kabar tersebut.
Camat Kelumbayan Pusat, Sunarso menegaskan, bahwa berita itu sama sekali tidak benar. Dia pun mengaku, sudah sempat mendengar rumor tersebut dan bahkan sempat dibuat repot atas isu yang meresahkan tersebut. “Bagaimana saya nggak kerepotan mas, isu ini membawa-bawa nama salah satu pekon di kecamatan saya. Sebagai camat, ya otomatis saya harus kroscek. Kebetulan Anda menghubungi pagi ini, saya baru saja pulang dari Pekon Napal. Saya sejak hari Minggu sampai Selasa pagi tadi, sengaja menginap di sana (Napal), untuk memastikan kabar yang tidak mengenakkan ini. Semua ini hanya isu mas,” ungkap Sunarso via ponselnya.
Saat ditanya lebih lanjut dari mana asal isu itu, Sunarso, mengaku tidak mengetahui pasti. Hanya disebutkan, dia mendengar dari mulut ke mulut di kalangan warga setempat. Bahkan tak hanya Pekon Napal yang diisukan. Melainkan juga Pekon Umbar yang disebut-sebut menjadi lokasi penemuan mayat anak-anak tanpa organ dalam. “Jujur saya tidak tahu mas, dari mana awalnya isu ini berasal dan apa tujuannya. Jika memang ada anak-anak di wilayah kecamatan ini yang jadi korban, mengapa tidak secara resmi melapor ke aparat pekon dan kepolisian. Kok justru hanya beredar dari mulut ke mulut. Lalu, kalau memang ditemukan ada mayat anak-anak tanpa organ dalam, mana buktinya? Foto atau apapun itu. Kemudian, di mana lokasi penemuannya? Jangan-jangan masuk wilayah Pesawaran, bukan Tanggamus,” sebut Sunarso.
Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Samsuri saat dikonfirmasi soal isu ini, juga mengaku belum menerima informasi atau laporan apapun, baik dari polsek terkait ataupun dari petugas di lapangan. Namun Samsuri berjanji, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi ini. “Kami belum terima laporan apapun dari polsek atau aparat pekon yang disebutkan. Coba saya kerahkan dulu anggota untuk menelusuri kebenarannya. Karena tidak dipungkiri, kondisi geografis wilayah Kelumbayan itu dibalik bukit dan hampir tidak bisa ditempuh melalui jalur darat dari Kotaagung. Sehingga, informasi apapun yang ada di sana, kita di sini bisa terlambat mengetahuinya,” tandas Samsuri mendampingi Kapolres AKBP Ahmad Mamora. (imron/joe)









