Harianpilar.com, Tanggamus – Kondisi infrastruktur serta faslitas umum di Pekon Sampangturus, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus yang masuk kategori desa terdalam ini sangat memprihatinkan.
Betapa tidak, pekon yang mengubungi dua desa dengan dibatasi sungai ini tidak memiliki jembatan penyeberangan. Akibatnya, warga kesulitan mengangkut hasil pertanian.
Bukan hanya itu, pekon ini juga belum dialiri listrik, jika malam hari, pekon ini gelap gulita bahkan kondisi ini sangat mengganggu aktifitas belajar mengajar.
Untuk itu, warga Pekon Sampangturus berharap Pemkab setempat untuk lebih memperhatikan pembangunan di desa ini.
“Ya kalau musim kemarau seperti sekarang kami bisa membawa kendaraan menyeberangi sungai itu, meski tetap membahayakan. Tapi jika musim hujan jelas gak mungkin berani kami menyeberangi sungai tersebut,” kata warga setempat Soleh (29), Selasa (22/9/2015).
Dijelaskannya, jembatan tersebut juga merupakan akses penghubung satu-satunya untuk menuju ke Pekon Sampangturus.
“Karena memang pekon kami dengan dusun pekon lainnya seperti Pekon Waypanas dan Pekon Sumurtujuh memang dibatasi sungai, tentu dengan belum adanya jembatan membuat mobilisasi dari dan ke pekon kami jadi sulit. Baik untuk mengangkut hasil pertanian maupun membawa barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, apalagi jika musim penghujan, jangankan mau membawa barang bisa menyeberangi derasnya arus sungai dengan selamat sudah sukur mas,” ujarnya.
Sementara, M. Surata, Kepala Pekon Sampang Turus mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemkab setempat untuk membangun jembatan penyeberangan di sungai tersebut, mengingat ketersediaan infrastruktur jembatan ini sangat dibutuhkan warga dalam beraktifitas sehari-hari demi berjalannya roda perekonomian di pekon itu.
“Ya sudah sepantasnya kali ini dibagunkan jembatan. Sebab, jalan ini juga digunakan untuk mengangkut hasil bumi masyarakat disini, kami berharap kepada pemkab Tanggamus kiranya dapat segera mewujudkan keinginan masyarakat ini, dan kiranya instansi terkait juga bisa melihat langsung kondisi pekon kami khususnya dan pekon-pekon lain yang letaknya jauh dari jalan lintas (Jalinbar),” harapnya.
Terpisah, Bowo Nugroho, Kabid Bina Program dinas PU Tanggamus, saat coba dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat Sampang turus yang berharap infrastruktur di wilayah tersebut diperbaiki sedang tidak ada dikantor, saat coba dihubngi via telpon selulernya juga dalam keadaan tidak aktif. (Imron/Juanda)









