oleh

Kinerja Dinas Perikanan Lampung Utara ‘Mandul’

Harianpilar.com, Kotabumi – Kinerja Satuan Kerja (Satker) Pemerintahan Dinas Perikanan, Lampung Utara (Lampura) patut dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini Satker tersebut tidak memiliki data para petani atau peternak ikan yang terdapat diwilayah setempat.

Kabid Pengawasan Sumber Daya Perikanan (SDP), Dinas Perikanan, Lampura, Iswany Hendri mengatakan, pendataan jumlah petani yang terdapat diwilayahnya belum pernah dilakukan oleh pihak Perikanan. Hal itu dikarenakan, tidak tersedianya anggaran untuk program pendataan tersebut. “Kita tidak memiliki data real tentang jumlah petani ikan yang ada di Lampura,” kata Iswany, Rabu (15/9/2015).

Menurutnya, pendataan tentang sensus petani ikan yang ada tersebut sebenarnya telah diintruksikan oleh Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara. Namun demikian, rencana pendataan itu belum dilaksanakan oleh pihaknya. “Soal pendataan petani ikan, memang sudah diperintahkan oleh bapak Bupati, tetapi kita belum bisa melakukannya” terangya.

Saat ditanya apakah Bupati Lampura tidak mengintrusikan kepada pihak Perikanan tentang pendataan para petani ikan?. Iswany menyatakan bahwa ada sekitar 70 petani ikan yang telah terdata di Dinas Perikanan. Data tersebut, berdasarkan keterangan dari salah satu petani ikan yang terdapat di bendungan Way Rarem, kecamatan Abung Pekuru, Lampura.

Adapun rinciannya, enam kerambak berukuran 16 X 16, delapan kerambak berukuran 14 X 14, 40 kerambak berukuran 12 X 12, dan 500 kerambak berukuran 6 X 12 dengan jumlah keseluruhan 554 kerambak. “Data itu kita dapat dari petani yang ada di Way Rarem dan itu hanya perkiraan saja,” ungkapnya.

Namun demikian, tambah Iswany, pada awal Agustus 2015 lalu pihaknya telah mengedarkan surat himbauan kepada sejumlah petani ikan. Surat edaran tersebut berkaitan dengan dampak buruk yang terjadi akibat landaan musim kemarau yang telah terjadi beberapa bulan belakangan. “Kita sudah edarkan surat himbauan kepada para petani ikan,” bebernya.

Dalam himbauan itu, terang dia lebih dalam, para petani disarankan untuk mengantisipasi munculnya dampak buruk buruk dari menurunya produktipitas perikanan yang umum terjadi saat musim kemarau. (Iswan/Yoan/*)

Komentar