Harianpilar.com, Bandarlampung – PT Pertamina (Persero) berencana dalam waktu dekat akan melakukan peluncuran elpiji baru berukuran 5,5 kg, untuk saat ini Provinsi Lampung belum masuk tabung gas tersebut, karena belum masuk uji coba. Untuk sementara ini, tabung gas 5,5 kg baru beredar di ke pulauan Bangka.
“Kalau yang 5,5 kg itu namanya Bright Gas, elpiji 5,5 kg, tabung gas tersebut akan menyaingi tabung gas yang dikeluarkan Singapore, dibandingkan dengan pesaing yang sama-sama 5,5 kg, keamanannya akan jauh lebih baik dan tampilannya juga menarik untuk harga elpiji 5,5 kg kira-kira Rp80 ribu (per tabung) atau Rp96 ribu,” kata Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswigas) Toto Hermantoko, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9/2015).
Wakil ketua DPRD Provinsi Lampung itu menjelaskan, elpiji 5,5 kg ini merupakan elpiji non subsidi dan menyasar konsumen kelas menengah. Pertamina menggunakan Bright Gas 5,5 kg ini untuk menekan terjadinya migrasi pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg.
Terkait menguatnya harga dolar tidak mempengaruhi kenaikan minyak dan gas.
“Meski dolar naik untuk harga gas dan minyak tidak terpengaruh malah sebaliknya harga minyak turun, jadi tidak ada kenaikan minyak dan gas di pasaran,” jelasnya.
Sebelumnya diketahui Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang mengatakan, demi memperluas segmen pasar, manajemen PT Pertamina (Persero) akan merilis varian terbaru dari gas minyak bumi cair atau liquefied natural gas (LPG) bulan Oktober mendatang.
Dengan memiliki bobot bersih 5,5 kilogram (kg), diharapkan produk tersebut mampu menekan angka penjualan LPG 3kg yang saat ini masih disubsidi.
Bambang meyakini, adanya peluncuran varian LPG baru dari Pertamina dapat mengambil atensi konsumen khususnya masyarakat yang memiliki strata ekonomi di kelas menengah-atas. Selain itu, katanya diluncurkannya LPG 5,5 kg juga dimaksudkan guna menciptakan persaing yang sehat di dalam penjualan LPG kelas tersebut.
Ini mengingat LPG dengan bobot tersebut baru dijual oleh PT Blue Gas Indonesia dengan produk bernama Blue Gaz. (Fitri/Juanda)









