Harianpilar.com, Tanggamus – Guna meningkatkan surplus beras di Kabupaten Tanggamus, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Tanggamus, memprogramkan pembangunan infrastruktur penunjang pertanian, dengan dana melalui dana APBD Tanggamus dan dana APBN ditahun anggaran 2015.
Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) dari DTPH Tanggamus, Djoko Prabowo, mengatakan, program itu dalam menunjang swasembada beras sesuai dengan program pemerintah pusat. Juga sebagai bantuan untuk petani sawah agar memperoleh hasil padi yang unggul. “Untuk mewujudkannya Pemkab Tanggamus menggelontorkan anggaran yang bersumber dari APBD, hingga ratusan juta rupiah, untuk membiayai pembangunan dan perbaikan irigasi sawah di 16 lokasi dan pembangunan jalan usaha tani (JUT) di 80 lokasi.” Kata Djoko.
Sementara dari dana APBN melalui tugas perbantuan (TP) disiapkan dana hingga Rp1 miliar lebih untuk program optimasi lahan dan system ofride intencification (SRI). Program tersebut dirincikan, untuk program optimlisasi lahan seperti untuk pembelian benih unggul dan pengelolaan lahan serta irigasi. Sementara untuk SRI lebih difokuskan pada pertanian organik dengan sistem penanaman benih unggul dengan sistem jajar legowo dan pemberian pupuk harus mengunakan pupuk organik dan untuk JUT lebih difokuskan untuk pembangunan jalan ke areal persawahan. “Kesemua program di alokasikan untuk semua kecamatan di kabupaten Tanggamus. Dimana ada yang dananya diserahkan langsung kepada kelompok tani (Poktan) melalui program bantuan sosial (Bansos) dan juga ada yang dikerjakan melalui pihak ketiga,” katanya, kemarin (31/8/2015).
Dari perbandingan dialokasikannya, kata Djoko, program pertanian dengan hasil pertanian di Tanggamus terlihat seimbang, dan memuaskan. Dari target pencapaian produksi gabah kering giling ditahun 2015 sebanyak 277,766 ton, dan hingga medio Agustus 2015 sudah tercapai sekitar 200 ribu ton lebih gabah kering giling atau sekitar 85 persen tercapai dari target. “Sementara untuk target 2016 diproyeksi sebesar 306,001 ton gabah kering giling. Tahun 2015 terkendala musim panas, jadi tidak surplus. “ jelas Djoko. (imron/*)









