oleh

Awas! Diprediksi Banyak Daging Oplosan di H-3 Lebaran

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tanggamus akan terus mewaspadai dan mengawasi kemungkinan beredarnya penjualan daging oplosan dan gelonggongan mulai pada H-3 hari Raya Idul fitri 1436 Hijriah.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet) Komariah mendampingi Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tanggamus Eko Turyono mengatakan, sifat waspada tersebut karena pada H-3 diprediksi banyak bermunculan pedagang daging dadakan.

Oleh karenanya, pada H-3 Idul Fitri nanti,  akan kembali dilakukan pengawasan terhadap para pedagang daging yang ada di tiga kecamatan, yakni Kotaagung, Gisting dan Talangpadang.

“Memang sih, untuk Tanggamus sendiri belum pernah ditemukan kasus daging oplosan atau pun daging gelonggongan. Kalau bahan olahan rumah seperti bakso yang menggunakan boraks atau formalin, pernah ditemukan pada tahun 2013 lalu. Tapi kalau daging, semuanya dalam keadaan segar. Akan tetapi tidak ada salahnya kan jika kita mewaspadainya, dan memantau terhadap para pedagang daging dadakan,” kata Komariah, Senin (29/6/2015).

Sedang untuk daging babi sendiri, sambungnya, memiliki warna yang pucat dan kontur dagingnya tidak kenyal. Sementara untuk daging gelonggongan, banyak terdapat kandungan air, dan jika di tekan akan mengeluarkan air. Sementara daging sapi atau kerbau yang segar, warna daging kemerahan dan kenyal.

“Nah, itu yang sangat kita waspadai. Kita mungkin bisa tahu jika daging babi itu tidak di cacak, karena terlihat dari fisik warna seperti yang saya terangkan tadi. Cuma, repotnya itu, kalau sudah di cacak dan di satukan dengan daging segar, ini yang jadi masalahnya. Tapi, saya rasa kabupaten ini sendiri aman,” terangnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk sekiranya membeli daging yang masih di gantung. Karena memang kondisi daging benar-benar segar dan bukan oplosan. Dan jika membeli yang sudah di tumpuk atau di cacak, harap tanyakan dengan pasti apakah memang bukan daging oplosan atau tidak.

” Kita juga nantinya akan mengambil sample dari daging yang di jual, terutama yang di cacak. Untuk mengetahui benar-benar bukan  daging oplosan seperti yang belakang ini gempar. Yang di gantung itu sudah pasti daging sapi segar, karena penjual tidak berani menjual daging gelonggongan di gantung, ketahuan akan keluar airnya,” ujarnya. (Imron/JJ)