Harianpilar.com, Lampung Utara – Pemadaman listrik selama bulan Ramadhan di Kabupaten Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menuai protes dari sejumlah unsur di daerah setempat. Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Lampura misalnya, Selasa (23/6/2015) sekitar pukul 12.00 Wib mendatangani Kantor PLN Area Kotabumi dan mendesak pihak managemen BUMN itu agar tidak melakukan pemadaman selama bulan Ramadhan.
Sayangnya, PLN tetap berdalih, pemadaman yang terjadi lantaran minimnya kapasitas listrik yang tersedia.
“Kedatangan kami kemari, untuk meminta kejelasan sekaligus agar PLN tidak melakukan pemadaman selama bulan ramadhan,” ujar Wakil Ketua MPC PP Lampura Adi Rasyid dan rombongan yang diterima oleh Manager PT (Persero) PLN Area Kotabumi Chairuddin di ruang tunggu kantor setempat.
Pihaknya kata Rasyid, sengaja datang hanya melibatkan beberapa pengurus inti mingingat pada bulan ramadhan ini kurang baik jika sampai mengerahkan massa.
Yang terpenting, PLN dapat menjawab kelurahan masyarakat serta mengambil langkah kongkrit dalam rangka meminimalisir pemadaman listrik selama bulan ramadhan.
”Agar PLN tidak selalu dicaci-maki masyarakat, terkait sering terjadinya pemadaman,” terangnnya.
Menurutnya, masalah pemadaman listrik sudah ada beberapa Ormas dan OKP yang akan turun untuk menggelar Unjuk Rasa (Unras). Tapi, pihaknya berhasil menahan dan mencoba melakukan komunikasi secara langsung dengan PLN.
”Kami berharap PLN bisa memberikan penjelasan yang rasional,” ujar Rasyid.
Ditambahkan, Sekretaris MPC PP Lampura Awari Darwin, masyarakat tidak paham mengenai kondisi PLN yang mengalami kekurangan daya atau kapasitas listrik.
Yang terpenting masyarakat yang telah menjadi pelanggan PLN selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik.
”Untuk kami juga minta PLN agar menyampaikan permintaan maaf kepala pelanggan melalui media massa,” ujar Awari pula.
Sementara, menyikapi keluhan yang tersebut Manager PT (Persero) PLN Area Kotabumi Chairuddin mengatakan, pihaknya selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik.
Tapi, khususnya untuk penerangan listrik di wilayah kerjanya terkendala karena minimnya kapasitas listrik yang tersedia. Sayangnya Chairuddin tidak mengungkapkan total kapasitas listrik yang ada.
“Hal, itu yang menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman,” ujar Chairuddin.
Diakui, selama ini Lampung, masih mendapat suplay daya atau dibantu sebesar 250 sampai dengan 300 Mega Watt (MW).”Apalagi saat ini PLTA Way Besai dan Batutegi debitnyanya sedang turun,”ujarnya lagi.
Meski demikian, Chairuddin berjanji akan meminimalisir pemadaman dengan cara mengerahkan puluhan tenaga teknis yang selalu siaga di kantor pelayanan. (Iswan/Yoan/JJ)









