oleh

Pendaftaran Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Sistem Online

Harianpilar.com, Lampung Utara – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan tingkat Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di kabupaten Lampung Utara (Lampura) mulai dilakukan secara online.

Pendaftaran tersebut akan dibuka serentak mulai tanggal 1 hingga 4 Juli 2015 mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Suwandi mengatakan, PPDB Online tersebut hanya diperuntukan untuk sekolah negeri saja, sementara untuk sekolah swasta masih menggunakan pendaftaran secara manual seperti tahun sebelumnya. Saat ini ada dua sistem online yakni online murni dan ondes.

Untuk ondes tersebut para peserta didik harus datang ke sekolah ditempat mereka mendaftar guna dilakukan rekap oleh panitia sekolah.

” Nantinya panitia yang akan mengonlinekan, para peserta didik hanya memenuhi syarat dan berkas pendaftaran saja. Kalau untuk online murni anak bisa mendaftar disekolah manapun,” ujar Suwandi melalui saluran teleponnya Selasa (23/6/2015).

Suwandi menjelaskan, dalam PPDB online tersebut ada tiga jalur yakni, jalur prestasi , jalur bina lingkungan dan jalur reguler.  Untuk jalur prestasi para siswa bisa mendaftarkannya secara langsung melalui hasil nilai tertinggi.

Yang perlu diperhatikan saat ini ada sistem bina lingkungan , melalui sistem itu mampu menampung siswa dari keluarga tidak mampu, maupun keluarga yang ada dilingkungan tersebut. Melalui sistem online ini tidak akan ada lagi yang namanya sogok menyogok, sebab masuknya anak disekolah tersebut berdasarkan NEM (Nilai Ebtanas Murni).

” Untuk tingakt SD kita masih menggunakan sistem manual, belum bisa menggunakan online,” kata dia.

‎Dirinya berharap, dengan adanya sistem online ini mampu menjaring siswa yang benar-benar memiliki prestasi sesuai NEM.  Karena tahun-tahun sebelumnya Lampung Utara (Lampura) selalu dikoreksi tidak jujur dalam penerimaan siswa baru.

Jika anak tersebut memang pintar dan nilainya memenuhi persyaratan untuk masuk ke sekolah Negeri pasti akan diterima, begitupun sebaliknya.

“Nantinya pada saat pendaftaran bisa dilihat berapa NEM siswa tersebut. Misalkan nilainya 30 jika ingin masuk SMPN 7 tidak mencukupi bisa masuk ke SMPN lainnya,” pungkasnya. (Iswan/Yoan/JJ)