Harianpilar.com, Lampung Utara – Aparat gabungan Polres Lampung Utara (Lampura) membongkar sindikat usaha pembuatan pupuk palsu dari sebuah gudang yang berada di Desa Sumber Agung Kecamatan Abung Timur Lampura. Aparat berhasil mengamankan puluhan pupuk didalam karung dan dua drigen yang diduga cairan zat kimia serta satu karung zat pewarna.
Dalam penggerebekan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2015) sekitar pukul 19.00 Wib itu, polisi juga mengamankan I Gede Berlian, Indro dan Bubun warga setempat yang diduga terlibat dalam usaha illegal itu. Tapi, setelah dilakukan pemeriksaan sekitar 10 jam, warga yang diduga sebagai pemilik pupuk bersubsidi itu dikembalikan, namun akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak polres beralasan dipulangkannya kedua warga itu lantaran sedang menunggu hasil uji laboratorium.
Kabag Ops Polres Lampura, Kompol M Syahirul A Rambe, mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus itu dengan melakukan uji laboratorium terhadap beberapa contoh pupuk yang disita pada saat menggerebek gudang yang diduga tempat membuat dan mengoplos pupuk subsidi tersebut,”Ini masih dalam proses, yang pastinya kita tunggu hasil uji laboratorium terlebih dahulu,”ujarnya.Rabu (27/5/2015).
Menurutnya, informasi yang didapatkan pihaknya terkait gudang tersebut sudah cukup lama dan sebelum diungkap memang telah menjadi target pantauan pihaknya,”Mereka sengaja memilih tempat yang jauh dari pemukiman warga agar terhindar dari pantauan,”jelasnya.
Saat petugas memasuki gudang, para karyawan dan pemiliknya dipergoki tengah melakukan aktifitas pengoplosan pupuk bersubsidi itu. Selanjutnya petugas menelusuri gudang dan mengamankan barang bukti untuk kemudian dilakukan proses uji laboraturium.
Pjs. Kasat Reskrim Polres Lampura, Iptu Supriyanto, menambahkan, pemilik gudang yakni I Gede Berlian dan dua karyawannya telah dikembalikan kekediamannya setelah dilakukan penyidikan intensif oleh pihaknya,”Saat ini kita menunggu hasil uji laboratorium, jika hasil uji sudah ada maka pemilik gudang dan dua orang karyawannya yang kami amankan saat penggerbekan itu akan kembali kami panggil,”katanya.
Pihaknya belum mengetahui campuran apa yang digunakan untuk membuat pupuk dan mengoplos pupuk bersubsidi itu,”Saksi ahli akan kita hadirkan untuk mencari tahu kandungan kimianya, yang pasti ini masih dalam proses,”pungkasnya. (Yoan/Iswanto)









