Harianpilar.com, Bandarlampung – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno melakukan inspeksi mendadak (sidak) kelokasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Desa Sabah Balau, Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (27/5/2015).
Kedatangan Rini ini terkait pembebasan lahan JTTS yang bermasalah.”Sidak ini dilakukan karena pusat mendapatkan laporan ada masalah terkait pembebasan lahan yang terkena dampak pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar. Terkait PBB dan izin pembebasan. Untuk itu perlu ada langkah kita mengkondisikan ini agar lancar,” jelasnya.
Menurut Rini, Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan JTTS ruas Bakauheni-Palembang selesai Juni 2018 mendatang. Untuk mempercepat pembangunan JTTS, Kementerian BUMN bersama Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan mengambil langkan nonkonfensional, tidak seperti pembangunan jalan Tol lain pada umumnya.
Tindakan ini dilakukan agar tidak ada kendala sehingga selesai sesuai target waktu yang telah dibuat sebelumnya.Untuk itu, pihaknya meminta tim persiapan pembebasan lahan Tol yang dibentuk Pemprov Lampung bergerak cepat menentukan penetapan lokasi (Panlok). “Di Sabah Balau ini sepanjang 2,9 kilometer lahan milik PTPN VII, belum ada Panloknya, kita minta ini segera dikirim ke Kemenpupera,” terangnya.
Panlok jalur Tol ini nantinya akan diserahkan Kemenpupera ke Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Lampung, untuk mengukur ulang subjek dan objek lahan Tol. Lahan PTPN VII juga akan diukur, BPN akan menghitung batang karet yang akan ditembang untuk mendapatkan ganti rugi.
Untuk masalah ganti rugi, Pemerintah Pusat sudah memiliki tim independen penilai harga tanah (apparsial). “Sudah terbentuk apparsial, nanti setelah BPN mengukur ulang, baru tim ini turun,” pungkasnya. (Fitri/Mico P)









